PERJALANAN PANJANG MENGENAL KOMPUTER & BLOG

Segala puji bagi Allah yang Maha Berkehendak. Teman-teman pembaca, sebelumnya perkenankan saya untuk bercerita sedikit tentang sejarah saya sebelum menjadi seorang yang bisa mengoperasikan komputer, soft service computer, & punya akun google adsense, walaupun hingga sekarang saya masih newbie dan masih perlu banyak belajar lagi.

Saya mulai mengenal komputer dari tahun 1999 waktu itu saya lagi duduk di bangku kelas 3 (SLTA) di Madrasah Aliyah Persatuan Islam/Muallimien Pesantren Persatuan Islam 07 Kota Tasikmalaya, dikarenakan Program Pesantren yang mewajibkan harus menyusun karya ilmiah (paper) sebagai persyaratan mengikuti Ujian maka mau tidak mau saya harus bisa mengoperasikan komputer walaupun cuma bisa menghidupkan mematikan, ngetik, lalu mencetak hasil karya, pada waktu itu sudah merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan kesan pertama yang baik dengan komputer. Dan itu semua tidak lepas dari bantuan Master komputer di Pesantren tempat saya sekolah, dua nama yang tidak bisa saya lupakan yaitu Ustadz Zenal sama Ustadz Eman (jazakumullahu khoeron katsiro semoga menjadi ilmu yang bermanfaat buat saya). Hingga akhirnya muncullah sebuah karya tulis sederhana yang berjudul “Al-quran sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW” dan lulus sidang dengan nilai (lumayan baik) dan itu artinya persyaratan sudah terpenuhi dan saya bisa mengikuti ujian akhir yang Alhamdulillah lulus.

Selanjutnya, setelah lulus saya mempunyai cita-cita yaitu ingin melanjutkan ke sekolah perguruan tinggi di bandung IAIN waktu itu yang sekarang menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), kemudian niat baik dan keinginan saya itu diutarakan kepada kedua orang tua, namun Tuhan Yang Maha Kuasa, berkehendak lain dan muncullah sebuah kesimpulan yaitu karena adik saya ada 4 (empat) orang dan kebetulan pada waktu itu semuanya bersamaan masuk sekolah ada yang baru mau masuk ke TK, SD, SMP dan SMK yang tentunya itu sangat memerlukan biaya yang tidak sedikit, dikarenakan pada waktu itu belum ada program pemerintah yang mendukung penuh kepada pendidikan jadi belum ada sekolah geratis dan sebagainya seperti sekarang ini. Namun saya tidak putus asa dan akhirnya sebuah solusi datang menemui saya yaitu pertolongan dari Allah SWT. Dengan munculnya sebuah ide yaitu Kursus komputer di Jakarta sambil membantu kakak saya bekerja wiraswasta. 

Dimana saya tinggal maka disitulah teman baru saya akan hadir, maka dibantulah saya disana untuk mencari tempat kursus computer yang murah & berkualitas oleh mereka, teman baru saya semua diantaranya Abdul Basith, dan Abdul Gani, Teh Eva dan yang lainnya, setelah kesana kemari akhirnya ketemulah dengan salah satu lembaga pendidikan yaitu Hei (Herzt Elektronik Institute) & Komputer yang beralamat di Jl. Ketapang Utara Jakarta Barat pada waktu tu. (Sekarang Entah Masih aktif atau tidak lembaga pendidikan itu) Tiga nama lagi disana yang tidak bisa saya lupakan yaitu Ibu Lensi sebagai guru saya pada materi microsoft office 2000 (word & excel), kemudian Bapak Andre sebagai guru teknik install komputer, dan Abdul Fatah sebagai teman kerja saya disana, setelah selesai kursus disana kemudian saya ditawari kerja oleh pak Andre ya bantu-bantu dia disana sekalian menambah wawasan sebelum keluar mencari pekerjaan kalau bahasa kerennya itu disebut ‘asisten’ alangkah senangnya saya pada waktu itu karena itu peluang buat saya buat nambah-nambah wawasan & ilmu serta pengalaman jadi langsung diterima, akhirnya bekerjalah saya disana 4 (empat) bulan karena ketika mau masuk ke 5 (lima) bulan terpotong oleh Hari Raya Iedul Fitri yang mewajibkan saya untuk mudik ke kampung halaman dikarenakan memang sudah lama saya merantau ya jadinya kangeunnya juga gede, maka mudiklah saya pada waku itu. Mungkin terinpirasi dan termotivasi oleh obrolan dengan rekan-rekan di kampung maka muncullah ide saya untuk mengamalkan ilmu saya dengan membuka wiraswasta dibidang ilmu yang saya ketahui yaitu seperti membuka rental computer dan jasa pengetikan pada waktu itu hingga akhirnya saya memutuskan untuk tidak ke Jakarta lagi dan diteleponah pak Andre kemudian dijelaskanlah rencana saya dan akhirnya iapun memberi izin dan memotivasi saya.

2 bulan lamanya saya dikampung halaman dengan maksud ingin membuka wiraswasta yang telah saya rencanakan, namun dikarenakan pengalaman dan modal belum memungkinkan saya untuk memulainya dan Allah SWT belum berkehendak dan masih menangguhkan rencana baik saya itu, lalu pada Hari Raya Iedul Adha (hari raya motong qurban) munculah rencana saya untuk kembali lagi ke Jakarta dan dengan tidak menunggu lama-lama langsung saya menelepon ke Pak Andre sambil mengucapkan selamat hari raya sekalian menanyakan pekerjaan yang dulu saya tinggalkan dan ternyata masih belum ada penggantinya. Maka esok harinya saya langsung izin kepada kedua orang tua saya untuk kembali lagi ke Jakarta dan kembali bekerjalah saya menjadi asisten teknisi computer seperti dulu lagi, dan disana saya bekerja selama kurang lebih 6 bulan. dikarenakan dalam jiwa saya yang paling besar itu adalah entrepreuner, bekerja kepada orang lain bukanlah tujuan dan mandiri/ wiraswasta/ membangun/ menciptakan lapangan pekerjaan adalah tujuan maka saya berhenti dari pekerjaan itu dan dengan modal awal yang telah ada dibantu oleh orang tua akhirnya (sebuah Playstation 1 dan 1 Set Komputer Pentium 1 200 MMX) yang telah saya beli ini bisa membangun dari awal walaupun kecil tapi bisa mengamalkan ilmu saya dan mempunyai penghasilan sendiri. Kemudian kembalilah saya kekampung halaman saya dan memulai dengan yakin dan pasti survey tempat akhirnya saya membuka “rental computer & Playstation 1” di Lawang Tonjong tempat pertama batu loncatan saya yang kurang lebih 1 Kilo meteran dari kampung halaman saya, dan Alhamdulillah disana mulai mendapatkan penghasilan walaupun belum memuaskan tapi bisa buat makan dan memperpanjang kontrak, berpikir maju karena ingin maju oleh karenanya saya survey tempat ke teman yang ada di Kota Tasikmalaya dan akhirnya pindahlah saya dari Lawang Tonjong itu ke Kota Tasikmalaya Jl. Cilolohan Brigif yang lumayan deket ke Sebuah Kampus yaitu Universitas Siliwangi, seperti saya katakan diatas dimana saya tinggal disitulah sahabat baru saya akan hadir, disana saya punya banyak teman buat sharing tukar ide, ilmu dan pengalaman, diantaranya Mukdas, Amun, Izal yang sangat banyak membantu dalam penambahan wawasan saya yang mungkin bisa dikatakan mereka adalah guru saya. namun dirasakan disana juga belum mendapatkan penghasilan baru ilmu maka pindah lagi saya ke Dadaha yaitu di Jl. Petir yang deket dengan kampus Universitas Pendidikan Indonesia Tasikmalaya disana lumayan pendapatannya tapi tempatnya sangat tidak bersahabat untuk kebutuhan hazat kecil saja harus keluar, maka diputuskanlah untuk pindah lagi dan kebetulan ada yang mau Join tempat, yaitu photo copy & rental computer masih deket kampus UPI Jl. Gunungjati, disana lumayan penghasilannya hingga bisa menambah modal, namun karena baru pertama join jadi belum punya pengalaman ketika perjanjian kesepakatan hitam diatas putih, kurang lebih satu tahun disana namun dirasa kurang menguntungkan saya karena salah ketika kesepakatan dan perjanjian ditambah lagi usaha join itu beda sekali dengan punya sendiri ketika berwiraswasta maka saya memutuskan untuk mencari tempat lagi dan Alhamdulillah mendapatkan tempat yang masih dekat dengan kampus UPI Dadaha jl. Dadaha no. 21 dan disanalah saya merintis kembali dari awal sendiri yang Alhamdulillah bisa bertahan lebih dari satu tahun dan perubahan terasa sedikit demi sedikit menuju kemajuan dari rental menjadi warnet biasa dan kemudian menjadi bisa game online juga yang akhirnya Alhamdulillah sudah mempunyai tempat sendri alias tidak ngontrak.

Maka dari sanalah saya kenal dengan yang namanya dunia maya, dan dari situlah saya melihat tulisan cara membuat blog. Mulai sejak itu, disela-sela waktu luang saya belajar dibantu dengan sahabat saya suhu Mukdaz juga yang lainnya seperti (suhu rizgant dan para suhu lainnya di komunitas blogger)  bagaimana cara mengelola Blog dan gimana caranya kita bisa mendapatkan penghasilan dari nge BLOG itu akhirnya dibantu juga sama MBAH Google lah saya coba-coba daftar, dan tidak disangka dalam waktu kurang lebih 1 tahun kebelakang saya daftar sekarang saya sudah mempunyai akun Google Adsense yang diverifikasi, tinggal mengelola Blog dan rajin ngepost yang bener, semangat Insyallah kedepannya saya bisa mendapatkan penghasilan dari sini. Amiin
Dan inilah beberapa situs yang saya kelola :

www.harganego.web.id
http://www.harganego.web.id/
http://www.seputarkuliner.com/ 
http://www.sanggarkesehatan.com/
http://www.sanggarkesehatan.com/ 
http://filecorel4you.blogspot.co.id/http://contoh-surat-proposal-makalah.blogspot.co.id/

Namun dikarenakan kendala update google algoritma dan modal memperpanjang domain jadi hanya tersisa 1 situs saja :   

Wassalam,
Semoga bermanfaat dan menjadi Inspirasi, Motivasi buat Sahabat semua

Ternyata Rokok Tidak Berbahaya | Selingans Refresh | Cerita Pendek | Dongeng Penghibur...Hahaha !!

Share Artikel Dongeng Ma Sohib

Di Sekitar kita banyak dari mereka yg kawatir dapat bahaya merokok bahkan ada yg amat sangat takut dengannya. Aku menginginkan mulai sejak saat ini mereka tak butuh kawatir & merasa takut lagi. Karna dari penyelidikan sekian banyak pakar kesehatan menyampaikan rokok itu sama sekali tak berbahaya bagi kesehatan. Bahkan mereka berikhtiar membuktikannya dgn kisah-kisah yg telah lama terpendam sejak era dulu dikala. Dari kisah-kisah yg mereka selidiki, nyata-nyatanya nenek moyang kita dengan cara tak sengaja sudah menemukan bukti bukti bahawa rokok tak berbahaya bagi si-pengisap rokok, bahkan kenyataannya pengisap rokok terus sehat walafiat.

Di era dulu disaat, ada tiga orang bersahabat. Mereka senantiasa dgn kemana saja mereka bertolak. Tetapi ketiga-tiganya mempunyai kegemaran berbeda.

Si - A (suka main wanita)
Si - B (gemar minum-minuman keras)
Si - C (menyukai segala type rokok)

Sebuah hri ke3 bersahabat ini terjadi jalan tidak dengan maksud. Tiba-tiba ketiganya berjumpa dgn suatu ketel/kendi (seperti narasi Aladin). Dulu salah satu orang mengambilnya dulu meng-gosok-gook-kan ketel tersebut. Selanjutnya asap ke luar dari corong ketel tersebut & dengan cara perlahan berganti jadi satu makluk yg menyeramkan yaitu sesosok jin yg ganas.

Dulu jin tersebut tertawa : "ha ha ha..." & bicara "Akulah Jin Ifrit! Dikarenakan anda sudah membebaskan saya dari ketel itu sehingga saya bakal tunaikan apa saja permintaan anda sekalian".

Ke3 kawan yg kepada mulanya gugup & takut jadi gembira dulu termenung & berpikir berkenaan kesempatan & keinginan masing-masing yg bisa jadi cuma sekali mereka jumpai dalam hidup mereka. Dulu mereka pilih keinginan mengikuti "kegemaran" masing-masing.

Berkatalah si A, "Aku ingin perempuan-perempuan belia dari bermacam macam bangsa di semua dunia & letakkan dalam satu buah gua tertutup & jangan sampai ganggu saya sewaktu 10 thn. "Pufff ........!! dgn sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si A.

Bicara si B, "Aku ingin seluruhnya type arak dari semua dunia utk aset tatkala sepuluh thn & letakkan dalam suatu gua tertutup & jangan sampai ganggu saya selagi 10 th." Pufff ......... !! dgn sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si B.

Bicara serta si C, "Aku ingin seluruhnya kategori rokok dari seluruhnya dunia buat aset tatkala sepuluh th & letakkan dalam satu buah gua tertutup & janganlah ganggu saya selagi 10 th. Pufff ..........!! bersama sekejap mata jin itu menyempurnakan permintaan si C.

Sesudah genap 10 thn, sehingga jin tersebut muncul kembali utk mengakses pintu gua masing-masing sama seperti yg dijanjikan.

Sehingga jin tersebut bertolak mengakses pintu gua si A, disaat di buka sehingga keluarlah si A dgn kondisi kurus kering, berdiri serta tak sanggup sebab tak mampu utk menggerakkan lutut lantaran hari-hari cuma memuaskan nafsu bersama wanita. Tiba-tiba si A serta jatuh ketanah dulu mati!!

Sesudah itu jin tersebut bertolak ke gua si B, diwaktu pintu di buka sehingga keluarlah si B dgn perut yg amat sangat buncit dikarenakan hari-hari mabuk-mabukan. Jalan juga terhuyung-huyung. Tiba-tiba si B serta jatuh ketanah dulu mati !!

selanjutnya jin berangkat ke gua si C & mengakses pintu gua. Tiba2 si C ke luar dalam kondisi SEHAT WAL'AFIAT & konsisten menampar si jin, Sambil memaki si jin dirinya bicara :

oiiiii....JIN GOBLOOOKK ....!!!! KOREKNYA MANA ...!!!???!!!

SELINGANS REFRESH,

Berbahagialah Orang Yg Senang Merokok Dgn Narasi Ini

Senjata Makan Tuan | Kisah Nyata Cerita Lucunya Bank Adin

Pada suatu hari karena suatu kebutuhan saya diharuskan naik ke atap rumah waktu itu, dengan maksud membetulkan kabel listrik. ceritanya lagi sibuk betulin kabel listrik sampai konsentrasinya itu mencapai 100% karena saking takutnya kesetrum eh malah tiba-tiba kebutuhan hajat kecil datang dengan tiba-tiba dan sangat mendesak...kalau harus turun dulu kemudia ke toilet kayaknya kebocoran dijalan deh..akhirnya dicarilah sebuah solusi. Jreng solusi ditemukan sebuah botol besar bekan tinta warna light cyan (biru muda) yang sudah abis langsung di embat (buka tutup berrrrrrrrrrrrrrrr) lega rasanya kebtuhan hajat kecilku sudah terleselaikan, tutup rapat simpan lalu melanjutkanlah pekerjaan yang tadi sampai beres.

(3 bulan kemudian)
pada siang datanglah seorang konsumen dan bertanya pak adin disini bisa nyervis perinter R230 ? (yang tintanya 6 warna yaitu : magenta (Merah), cyan (biru), LM (merah muda), LC (biru muda), dan Hitam (Black), saya langsung jawab karena teman saya yang bernama acep sudah kembali lagi bekerja di tasik di toko service printer maka saya bisa menerimanya, tap dikerjainnya teh malam. karena beres kerjanya magriban. emang kenapa rusaknya ? saya balik tanya, rusaknya tinta gak keluar jawab sikonsumen, oke cobain bawa aza kesini. suruh saya.
Selang beberapa hari di konsumen datang lagi sambil bawa printer yang mau diservice, kemudian saya cek..dan ternyata hasil headnya masih bagus cuma masalahnya dikaret penarik kertasnya, karena siperinter ngjam terus pas disuruh nyetak data. Langsung aza sementara saya simpulkan, boz ini ma karetnya yang bermasalah nanti harus nungguin teknisi yaitu si kang acep..biyar dicek pa harus diganti atau diservice.
sambil siap siap mau berangkat si konsumen tersebut menjawab oke lah kalau begituma. kasih kabar za ya nanti. ktanya.

Selang beberapa hari kemudian sang teknisi pun datang dan langsung dengan tidak banyak bicara ia mengetaes mengotak atik itu printer, al hasil disimpulkan ternyata karetnya yang harus diganti, dengan harga onderdil 50 dan ongkos masangnya 30 setelah melalui persetujuan sang konsumen akhirnya proses penggantian karet pun dilakukan, ternyata setelah diganti karet atas penarik kertas si printer tersebut masih tidak mau menarik kertas dengan normal, dicek lebih rinci lagi akhirnya di temukan penyakitnya ternyata karet bawahnya yang satu set sama sandaran kertasnya juga sudah aus dan perlu diganti dibuktikan dengan di tez menggunakan sandaran kertas kepunyaan adin com printer tersebut bisa menarik kertas. dengan sigap lalu saya menyampaikan kabar tersebut kepada si konsumen yang ingin printer R230nya bagus itu. setelah melalui proses persetujuan beliau lah akhirnya sayapun berusaha mencari printer bekas dan diantaranya adalah naik ke atap rumah karena tempat disanalah berkumpulnya printer bekas berada, dengan tujuan utama mencari printer R230 yang masih ada sandaran kertas sama karetnya dengan tidak disengaja saya memperhatikan dan melihat botol tinta LC (light cyan atau biru muda) yang masih ada tintanya dan keliatan masih lumayan isinya, walaun mempunyai madengan terpaksa sandaran kertas punya adin com itu dijual dengan harga maunya si 150.000 tapi takut kemahalan maka 120.000 aza deh. Oia cerita yang lucunya mana bank adin ? Tenang pemirsa ceritanya belum nanti suatu saat disambung kembali...hehe

Berbagi Cerita & Pengalaman | Istriku Sayang, Maafkan Aku..!!

Dikutip dari sebuah Catatan Mungkin Pengalaman Sahabat di Sebuah Situs Jejaring Sosial Ternama.

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Namaku Fajri, aku adalah seorang suami yang telah menorehkan sejarah pahit pada keluarga, sehingga sampai detik ini perasaan masih terus dihinggapi rasa bersalah…Rasa sedih yang teramat dalam. Kisah ini aku harap bias menjadi nasehat buat para suami-suami agar kelak tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang telah aku lakukan dulu.

Aku menikahi seorang wanita diusiaku memasuki 26 tahun tepatnya tahun 2009 kemarin, gadis itu bernama “Rini” . Aku bukan terlahir dari organisasi islam manapun, tetapi istriku punya latar belakang keislaman yang cukup kuat, sebelum menikah denganku, beliau adalah seorang aktifis muslimah yang sangat aktif disebuah organisasi islam didaerah kami, sementara dari latar belakang pekerjaan, aku bekerja disebuah perusahaan swasta didaerahku sementara istriku sebelumnya adalah Honorer disebuah Sekolah Dasar didaerahku pula. Alhamdulillah jodoh telah menyatukan kami dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci setelah hamper setahun lamanya saling kenal meskipun tidak melewati proses pacaran, dimana setiap hari aku nyaris bertemu beliau karena ponakanku sekolah dimana beliau mengajar disitu, aku sendiri tidak tahu sejak kapan rasa suka itu menghinggapi perasaanku, tetapi manakala rasa suka itu mulai mengusik hatiku, maka saat itupula disebuah kesempatan kuberanikan diriku untuk berterus terang pada beliau atas rasa yang mulai menggangu fikiranku, kuutarakan bahwa aku berniat mempersunting beliau menjadi istriku, kaget memang kesan pertamanya saat beliau mendengarkan suara hatiku saat itu, beliau bahkan tidak menyangka kalau aku memiliki perasaan lebih atas diri beliau, karena selama ini kami hanya bertemu saat aku mengantarkan ponakanku kesekolah setiap harinya, bertegur sapapun tidak pernah, sebab bila bertemu denganku, ibu rini selalu menundukan pandangannya dan berlalu pergi meninggalkan aku, tetapi entah mengapa justru diperlakukan seperti itu aku malah semakin penasaran dengan beliau , hingga moment menyatakan harapan dan niatku untuk menikahinyapun menjadi salah satu pilihan untuk mengakhiri rasa penasaranku terhadap beliau, apalagi kuketahui dari salah seorang guru lainnya bahwa ibu rini belum pernah kelihatan bersama lelaki manapun, baik itu teman maupun pacarnya, kusaksikan kegugupan yang teramat sangat memancar diraut beliau saat kuutarakan rasa itu, tetapi dengan rasa gugupnya beliau hanya menjawab bahwa aku diminta untuk bertemu dengan orang tuanya dan melamarnya langsung dihadapan orang tuanya kemudian berlalu dari hadapanku yang masih mematung dengan seribu bahasa.

Akhirnya pernikahanpun dilangsungkan setelah berbagai proses yang cukup melelahkan kami jalani bersama. Begitu indah hari-hari pasca pernikahan itu kami lalui bersama, pacaran baru terjalin setelah segalanya menjadi halal, meskipun latar belakang keislamanku tidak terlalu kuat, namun aku begitu merasakan indahnya pacaran setelah menikah, istrikupun begitu sangat menjalani perannya sebagai seorang istri, aku sangat bersyukur karena Rini mau menerimaku apa adanya, baik kelemahan dan kekuranganku. Bahkan dalam hal-hal tertentu ia selalu mengingatkan aku, misalnya saja kewajiban sholat 5 waktuku, dll.., aku sangat bangga dianugerahi istri sebaik beliau. Pendengar, waktu berlalu begitu cepat dan tanpa terasa Allah kembali menganugerahiku kebahagiaan berlipat setelah setahun lebih pernikahan kami, akhirnya Allah menganugerahi kami 2 orang anak kembar, bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan, yang akhirnya kami beri nama Yusuf dan Zulaehah, subhanallah, hari-hari aku jalani dengan semangat yang berlipat pula sebab kali ini tanggung jawabku bertambah, selain seorang istri ada juga 2 bayi kecil amanah Allah yang ada dalam tanggunganku dan hal itupun yang membuatku semakin semangat dalam bekerja.

Semenjak kehadiran Yusuf dan Zulaehah ditengah2 kami, aku telah meminta istriku untuk berhenti menjadi guru honorer di sekolahnya dulu, semua itu aku lakukan semata-mata karena aku ingin dia focus mengurusi kedua permata hati kami, apalagi kami tinggal hanya berdua dan tidak menyewa pembantu rumah tangga, jadi sepenuhnya tanggung jawab dalam rumah harus dikerjakan snediri oleh istriku, sementara aku focus dengan pekerjaanku sebagai kepala keluarga yang bertugas menafkahi keluarga. Alhamdulillah aku saksikan sendiri istriku begitu menikmati perannya sebagai istri sekaligus ibu bagi anak-anakku, tetapi dengan berjalannya waktu, kadang kurasakan perubahan dalam diri istriku, aku sendiri tak mengerti mengapa?, aku mulai cemburu dengan perhatiannya yang lebih pada anak-anak sehingga melalaikan kewajibannya atas diriku, entahlah… atau mungkin aku yang berlebihan menanggapinya, kadang karena kesibukannya mengurus anak-anak membuat aku harus sarapan pagi diluar kaarena hingga aku akan berangkat kerja makanan untuk sarapan pagipun belum siap, bahkan aku yang harus menyiapan pakaianku sendiri, begitu juga terkadang ketika aku pulang dari kantor makanan belum disiapkan diatas meja makan, mula-mula aku memakluminya karena mengurusi 2 orang bayi tidaklah mudah apalagi tidak ada pembantu rumah tangga, tetapi lama-kelamaan aku sudha mulai capek menghadapinya, sebab kurasakan hampir2 tak ada waktunya mengurusiku, habis menidurkan anak-anak dia sibuk mencuci pakaian sambil memasak dan banyak sek/’ali pekerjaan yang dirangkapnya sekaligus, ditambah lagi bila aku sedang kecapean dan mengambil waktu untuk istirahat tidur beberapa menit, kepalaku selalu kurasakan pening manakala terganggu dengan pekikan tangisan yusuf dan zulaehah yang menangis sekaligus, ahhh..pusinggg!!!, ujarku dalam hati.
Pendengar Nurani yang budiman
Hingga karena akumulas dari rasa kesalku pada istriku, akhirnya terjadi pertengkaran hebat diantara kami :

“Hehh kamu mulai malas yaa jadi istri?, kerjaanmu mengurusi anak saja, kamu fikir aku apa???, hahh!!!, aku juga butuh perhatianmu, aku butuh sarapan tepat waktu dan makan siang tepat waktu, begitu saja gak ada yang beres…!!!” ujarku disatiu kesempatan
“maafkan saya mas.., saya bingung gak tahu harus mendahulukan yang mana dan siapa…, mama begitu ingin total melayani mas, tetapi disisi lain ada juga anak-anak kita yang juga tidak kalah penting untuk diurusi, apalagi mereka kembar mas…, maafkan aku..!!” jawab istriku menyela dengan rasa bersalahnya.

“Alaaaaaaaaaaaaaaahhh, alasannn!!!, banyak koq diluar sana wanita-wanita yang juga memiliki banyak anak, tetapi mereka bias professional, bias mengurusi segalanya dengan tepat waktu, kau aja yang cengeng dan gak punya perhitungan…” selaku dengan nada kasar.

“Astagfirulah mas, aku benar-benar minta maaf kalau memang aku bersalah, demi Allah aku tidak menyengajai hal itu mas…” jawab istriku dengan nada memelas.

“hmmm.., kau ini kalau dibilangin pasti menangis, dan menangis, seolah-olah insaf dari kesalahanmu dan sadar setelahnya, tetapi seringkali ketika aku sudah maafkanmu selalu saja masih kau ulangi.., aku capek..!!” ujarku sambil berlalu meninggalkannya, kudengar sesaat istriku menangis tersedu dalam kesedihannya, tetapi aku tidak perduli dengannya, karena kekesalan demi kekesalan yang aku rasakan selama ini.

Suatu hari ketika aku sedang kesal dari kantor dan kembali kerumah, tiba-tiba aku dapatkan istriku sedang kerepotan menghadapi kedua anak kami yang menangis secara bersamaan, kulihat dia kerepotan menanganinya, tetapi karena kau sedang kesal, lapar dan capek sehingga bukan rasa iba yang merasuk dalam fikiranku melainkan amarah yang luar biasa.

“Adduhhhh…, jadi ibu kau ini gak becus banget sih..??, mendiamkan dua anak saja gak bias, berisikkk tahu??, kepalaku pening mendengarnya…, pusing tau gak” ujarku ditengah kekesalan sambil berlalu kemeja makan, semula aku berharap bahwa dibalik tudung saji yang ada diatas meja makan itu ada hidangan makan siang lezaat, tetapi alangkah geramnya hatiku manakala menyaksikan bahwa yang dihidangkan diatas meja itu adalah makanan sisa semalam yang belum dibersihkan.

“Riniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…, mana makananku??, bias-bisanya sampai siang gini kau belum masak..?, istri macam apa kau?, kau fikir aku apa hah??, dasar istri siallll…, bisanya bikin ulah saja…” ujarku dengan kemarahan yang teramat sangat.

“maaf mas, saya baru sempat memasak nasi, dan belum semmpat memasak ikan dan sayurannya, soalnya dari tadi pagi yusuf dan zulaehah rewel, si yusuf badannya hangat dan zulaehah tadi pagi kejang-kejang karena panasnya cukup tinggi.., maafkan saya mas…” jawabnya lagi.

“alaaaa…, alasan saja…, memang yaa kau suka nyari-nyari alasan untuk berkilah dari kewajibanmu, istri macam apa kau ini?. Aku ini capek kerja, kerja untuk kalian, aku lelah setiap hari harus turun pagi pulang sore demi kalian, apa kurang cukup kau melihat aku kecapean bekerja seharian?.” Jawabku dengan emosi yang sudah memuncak.

“maaf mas.., demi Allah aku minta maaf, aku bingung harus berbuat apa, aku sedih melihat anak-anak rewel karena kesakitan, tadi mas ku telepon tapi tidak ngangkat teleponku, smskupun mas gak balas, anak kita sakit mas, tolong mengerti dengan aku…” ujar istriku menyela

“Apa..??, ngertiin kamu..??, apa aku gak salah dengar??, justru kamu yang harus ngertiin aku…, sebagai suami sudah cukup kewajibanku menafkahi kalian, pergi pagi-pulang sore sudah aku lakoni setiap hari sebagai kepala rumah tangga, jadi masalah apapun yang terjadi didalam rumah itu adalah kewajibanmu, itu urusanmu rini…, kau tidak perlu lagi mengusik istirahatku dengan berbagai macam alasanmu itu…” jawabku menimpali dengan amarah yang meluap.

“Maaf mas,mohon maaf bila kali ini aku harus membantahmu, maafkan aku pula bila bantahanku ini menyakiti perasaanmu, tetapi dari pada aku bathin dengan semua ini, lebih baik seluruh perasaan yang aku rasakan selama ini aku utarakan…, mas…, jadi selama ini kau fikir hanya kau yang capek?, jadi selama ini kau fikir hanya kau yang letih?, aku lebih capek mas, aku harus mengurusimu dan anak-anak kita setiap hari, disaat kau sudah mendengkur tidur aku masih belum bias tidur karena harus menidurkan anak-anak kita, belum lagi aku harus terjaga tengah malam karena anak-anak kita menangis, disaat kau belum bangun aku sudah terjaga lebih dahulu karena harus mengurusi semua keperluanmu dan anaka-anak kita, memasak, menyapu, menyetrika, beres-beres rumah. Bahkan terkadang aku harus mengerjakan semuanya secara bersamaan agar aku masih memiliki waktu untukmu, tetapi aku tidak bias mas karena anak-anak kita masih sangat kecil untuk memahami semua itu, mereka butuh perhatianku, mereka butuh digantiin popoknya, mereka butuh disusui, mereka butuh dimandiin dan tidurkan…, selama ini aku tidak pernah mengeluh apapun padamu mas…, aku hanya berharap bahwa kau mau mengerti perasaanku, tetapi setiap hari yang aku dapat darimu hanyalah cemoohan dan makian, seolah-olah aku ini istri dan ibu tidak berguna…, kau bahkan tidak merasa iba padaku pada saat anak2 menangis dan aku sedang memasak dan mencuci pakainan kalian, kau malah menutupi telingamu dengan bantal…, aku ini manusia mas.., aku bukan robot…kau kejam mas..kau kejam padaku. Kau bahkan tidak pernah bertanya padaku apakah aku sudah berisitrahat, apa aku sudah makan atau belum..??, kau tahu mas…, untuk kalian.., demi mengurusi kalian aku sendiri bahkan telah lupa mengurusi diriku snediri, akupun lupa apakah aku sudah makan atau belum…, bahkan aku sakitpun kau tidak pernah mengetahuinya…, dan seolah tidak mau tahu…, aku ini istrimu mas, aku ini istrimu, bukan pembantumu…, maafkan aku bila kata-kataku ini menyakiti perasanmu, tapi inilah suara hatiku…, aku hanya berharap padamu mas, bila terjadi sesuatu atas diriku, aku titip anak-anakku, tolong jaga mereka, tolong rawat mereka dengan baik…, jangan kau sia-siakan mereka, dan bila nanti kau menemukan wanita yang kau anggap pantas untukmu nikahilah dia, semoga kau bahagia bersamanya…, aku ikhlas mas…” ujar istriku dengan air mata yang mengalir deras sambil tubuhnya bergetar. Aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan istriku, tetapi beberapa saat kemudian tubuhnya terguncang hebat dan kejang-kejang, dimulutnya keluar busa yang sangat banyak. Tubuh kurus itu semakin mengejak dengan hebat dan akhirnya diam tak bergerak, mendapati hal itu aku shok, aku bingung tak tahu harus berbuat apa.., kupegang pergelangan tangannya namun tak kudapati nadinya berdenyut lagi, aku berteriak histeris dan meminta tolong dengan sekeras2nya, lalu tiba-tiba saja para tetangga berkerumun dan melakukan pertolongan pada istriku, akan tetapi naas, nyawa istriku tak bias lagi tertolong saat dalam perjalanan kerumah sakit. Yaa Allah…alangkah berdosanya aku ini, aku suami yang bejat…, aku suami tak berguna, aku suami yang tidak pandai berterima kasih pada istri. Aku tahu dia begitu saying padaku, aku tahu dia begitu perhatian padaku tetapi sikapku yang terlalu berlebihan, aku yang selalu cemburu padanya, membuatku khilaf dan kalap mata yang akhirnya membuat istriku sakit dan aku tidak menyadarinya, maafkan aku, maafkan aku istriku.., aku yang sangat berdosa padamu, maafkan aku.

Itulah kisahku, dan saat ini aku sendiri mengurusi kedua anak-anakku, kenangan-kenangan indah yang pernah kami lalui bersama dan kenangan-kenangan pahit yang aku torehkan padanya masih belum lekang dalam ingatanku, perasaan bersalah masih terus menghantui fikiranku, maafkan aku istriku, aku berjanji insyaa Allah akan merawat anak-anak kita, dan semoga kau tenang dialam sana.

SUBHANALLAH
Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita dalam kesabaran, dan memberikan kita segala pertolongan sehingga setiap persoalan yang kita hadapi selalu mendapatkan naungan dan kemudahan-Nya. Aamiin

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.

Pengunjung