Contoh Resensi Novel Yang Baik dan Benar | Laskar Pelangi

Contoh Resensi Novel Yang Baik dan Benar. Adin Blog yang selalu berbahagia, kali ini admin akan membahas mengenai cara meresensi sebuah novel/buku, bagi yang hoby membaca novel tentu ini sangat penting karena dengan itu kita mempunyai beberapa ilmu dalam menilai ukuran bobot dan nilai yang terkandung dalam sebuah buku hasil karya orang lain. Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik populer yang mempunyai aturan-aturan penulisan. Aturan tersebut didasarkan pada unsur-unsur yang membangun resensi novel/buku. 
Adapun beberapa langkah-langkah dan contoh resensi novel yang akan di persembahkan buat Anda khususnya noveliner yang mempunyai hobby membaca adalah sebagai berikut :

Tahap Pertama,
Yang perlu kita ketahui dalam meresensi sebuah novel atau buku adalah Identitas Buku, seperti Judul Buku misal Laskar Pelangi, Penulis Buku : Andrea Hirata, Negara : Indonesia, Bahasa : Indonesia, Genre: Roman, Penerbit: Yogyakarta: Bentang Pustaka, Tanggal terbit : 2005, Halaman: xxxiv, 529 halaman
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan.

Tahap Kedua,
Selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah mengenai Isi Buku :
1. Sinopsis
Sepuluh anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara, N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah,  Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam, Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman (Kiong), Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz, Mukharam Kucai Khairani, Borek alias Samson, Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari, dan  Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan yang disebut Laskar Pelangi ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka.
Sebut saja Lintang, seorang kuli kopra cilik, yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu-bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan lagu padamu negeri di akhir jam sekolah. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.
Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Bakat besarnya pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.

Tokoh ‘aku’ dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.
Sahara. Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.
A Kiong. Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.
Syahdan. Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin. Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.

Kucai. Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD
Borek. Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.
Trapani. Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya.
Harun. Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Tokoh-tokoh lain dalam novel ini adalah Bu Muslimah yang bernama lengkap N.A. Musimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.
Pak Harfan. Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.
Flo. Bernama asli adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat.
A Ling . Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.
Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka dan temukan diri anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Novel ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories dan khususnya juga buat siapa saja yang masih percaya akan adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia pendidikan. Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar.
2. Kelebihan
Kelebihannya buku ini menceritakan tentang persahabatan dan setia kawanan yang erat dan juga mencakup pentingnya pendidikan yang begitu mendalam. Serta kisahnya yang mengharukan.
3. Kelemahan
Kelemahannya yaitu penggunaan nama-nama ilmiah dalam ceritaceritanya. Hal ini membuat pembaca kurang nyaman dalam membaca. Apalagi glosarium diletakkan di bagian belakang novel. Hal ini menambah ketidakpraktisan memahami istilah-istilah ini. Selain itu, imajinasi pembaca bisa terhambat jika mereka tak memahami istilah-istilah tersebut. Alurnya yang tidak jelas. Tidak seperti Harry Potter atau Ayat-Ayat Cinta dengan alur yang enak diikuti, cerita-cerita dalam Laskar Pelangi ini alur waktunya dibolak-balik sehingga membingungkan pembaca. Apalagi tidak disebutkan tahun berapakah tiap-tiap peristiwa itu terjadi.

Tahap Ketiga 
Selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah mengenai organisasi buku
Novel yang berjudul Laskar Pelangi ini dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan semua umur. Dimulai dari pembukaan cerita sampai penutup cerita sudah baik karena dari satu cerita ke cerita lainnya tidak bertele-tele atau menyambung dan uniknya lagi pengarang dapat mengajak pembaca untuk berpikir akhir dari cerita novel itu (solution).

Tahap Keempat
Selanjutnya yang pernting dieketahui adalah Bahasa Buku yang ingin kita baca
Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum (bahasa daerah), khususnya para remaja mudah mengerti dari isi novel ini.

Tahap Kelima
Selanjutnya adalah kita berusaha menyimpulkan Kesimpulan dari buku tersebut. 
Misalkan Dari novel yang di buat oleh Andre Hirata ini, saya dapat mengambil beberapa pelajaran hidup yang penting, salah satunya kita harus benar-benar menghargai hidup, menghargai semua pemberian Tuhan, tidak pantang menyerah bila menginginkan sesuatu, dan tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau dan berusaha. Dan satu lagi, pintar tidak menjamin kita untuk selalu sukses, seperti cerita pada tokoh lintang, dia anak yang pintar, namun diakhir cerita dia menjadi seorang supir truk, disini saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa semua kehidupan manusia sudah ada yang mengaturnya, yaitu Tuhan. Semua yang kita kerjakan tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Tahap KeenamSetalah kita melakukan penilaian terhadap buku yang kita baca, maka selanjutnya kita berusaha jujur dalam menyampilkan saran kita mengenai tulisan tersebut. Intinya disini kita harus memberikan saran yang berisi atau bernuansa memotivasi dengan pujian dan kritik demi mengarah kepada sesuatu yang lebih baik lagi. Misalnya untuk benar-benar memahami novel ini kita harus mengenal nama-nama ilmiah, karena setiap buku ataupun karya ilmiah semuanya tentu ada kelebihan dan ada kekurangn karena ini menunjukan bahwa sang penulis adalah seorang manusia.

Demikianlah postingan mengenai Contoh Resensi Novel Yang Baik dan Benar, mudah-mudah ada manfaatnya

DON’T JUDGE THE BOOK FROM THE COVER | JANGAN MENILAI BUKU DARI COVER

Contoh Resensi Buku atau Novel. Adin Blog. Resensi buku atau bedah buku adalah sebuah cara diantara beberapa cara dalam menganalisa atau menilai sebuah buku, jadi berbobot engganya nanti akan ketahuan setelah kita melakukan 2 hal yang tadi (meresensi dan membedah buku), setidaknya kita bisa tahu bahwa suatu buku itu bermanfaat bagi kita baik bisa menjadi ilmu baru yang asalnya tidak tahu menjadi tahu, bisa menjadi pengingat kembali akan ilmu yang telah kita dapat dulu / pemicu history, bisa menjadi motivator misalnya karena pengalaman si pengarang yang baik lalu dibuat menjadi sebuah teori olehnya, tapi yang jelas fungsinya akan ketahuan manfaat dan tidaknya sutu buku bila kita telah melakukan penelitian seperti menggunakan 2 langkah tadi, dan itu semua dikembalikan lagi kepada orang yang membutuhkan ilmu tersebut. asalkan kita "jangan menilai buku dari kaper judulnya " saja sesuai dengan bahasan kita ini. semoga bermanfaat.

Dibawah ini adalah salah satu contoh dalam menganalisa sebuah buku, dan buku kali ini adalah sebuah novel yang berjudul Azab dan sengsara.

Azab dan sengsara? Dari namanya saja sudah menyeramkan. apalagi isinya!” Begitulah pikirku ketika aku menemukan buku tersebut. Jujur saja aku termasuk orang yang pilih-pilih dalam membaca novel. Aku mau membaca novel apabila novelnya itu dilihat dari judulnya menarik, bahasanya mudah dimengerti, dan tidak terlalu tebal. Tapi untuk novel ini yaitu Azab dan sengsara, sudah judulnya menyeramkan, covernya juga biasa-biasa saja, dan bahasanya pun sulit dimengerti. Tapi karena aku penasaran, jadi ya sudahlah aku mencoba untuk membacanya.
Novel azab dan sengsara ini lahir pada tahun dua puluhan yaitu angkatan Balai Pustaka dan di tulis oleh Merari Siregar. Novel ini menceritakan tentang seorang anak gadis yaitu Mariamin yang hidupnya penuh dengan azab dan kesengsaraan.
Pada saat aku membaca novel ini, aku diperkenalkan dengan tempat-tempat yang ada di pulau Sumatra. Aku baru tahu bahwa di pulau Sumatra itu ada sebuah kampung, tapi lebih besar dari kampung yang biasa disebut dengan “kota Sipirok” yang terletak di dataran tinggi dekat danau Toba. Dan berada pada bukit barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatra. Terbayang betapa indah dan sejuknya kota Sipirok itu.
Lalu ada juga kota Deli yang menjadi tempat perantauannya orang-orang dari kota Sipirok untuk mencari rezeki. Termasuk Aminuddin yang rela meninggalkan Mariamin pergi ke Deli untuk bekerja disana.
Selain diperkenalkan dengan tempat tempat yang ada di pulau Sumatra, aku juga mendapatkan banyak pelajaran hidup disana. Aku belajar dari seorang Sutan Baringin (ayah Mariamin) yang tamak dan dalam hidupnya ia tidak pernah merasa puas. Ia selalu ingin menguasai harta yang memang bukan haknya. Sampai akhirnya ia pun jatuh miskin karena ketamakannya hingga ia dan anak istrinya tidak mempunyai apa-apa, bahkan teman pun mereka tidak punya. Betapa hidup itu harus banyak bersyukur, kita bisa hidup pun harus disyukuri karena itu merupakan nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Ketamakan hanya akan membawa kita kedalam sebuah kesengsaraan karena memang sudah menjadi kodrat manusia bahwa manusia itu tidak akan merasa puas. Tapi itu semua bagaimana kita mensyukuri apa yang telah kita dapat saja.
Kemudian dari Nuria (ibu Mariamin) aku mendapatkan amanat bahwa sebuah kesetiaan, dan kesabaran itu akan membawa kita ke dalam ketentraman hidup. Nuria adalah seorang istri yang sangat setia kepada suaminya dan ia selalu sabar dalam menghadapi suaminya yang tamak itu. Alhasil, walaupun Nuria jatuh miskin dan ia harus menghidupi kedua anaknya tanpa seorang suami, ia pun mampu walau harus makan hanya dengan sawi tapi hatinya tetap merasakan ketentraman dan kebahagiaan.
Lalu dari kisah Mariamin yang hidupnya penuh dengan kepedihan, azab dan sengsara aku banyak sekali mendapatkan pelajaran hidup. Aku bisa belajar bahwa cobaan dalam hidup itu selalu ada. Ternyata besar atau tidaknya cobaan itu bagaimana kita menyikapinya. Mariamin yang selalu menyikapi masalah dengan kesabaran dan ketawakalan ia tetap bisa bangkit dari sebuah keterpurukan walau air mata selalu jatuh tapi tidak menunjukan bahwa ia lemah. Bahkan ia tetap tegar dan berusaha untuk membuat ibunya bahagia.
Selain dari ketiga tokoh tadi, masih banyak lagi pelajaran-pelajaran lain yang bisa aku ambil dari novel Azab dan Sengsara ini. Ternyata dari satu novel ini aku bisa mengetahui dan belajar tentang banyak hal. Walaupun seperti yang telah aku katakan tadi dari judulnya saja sudah menyeramkan apalagi isinya. Tapi itu semua salah. Isinya sama sekali tidak menyeramkan melainkan ada banyak keharuan disana . Dan akupun sampai terhanyut ke dalamnya.
Sekarang aku sadar bahwa tidak setiap buku yang terlihat jelek atau biasa-biasa saja, isinya pun akan jelek pula. Karena dari setiap apa yang kita baca akan ada ilmu dan pelajaran yang dapat kita ambil. Dan pepatah pun mengatakan “Don’t judge the book from the cover” janganlah kita menilai buku hanya dari sampulnya saja. Dan jangan pula kita menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Terimakasih. Semoga Bermanfaat!

Pengunjung