Makalah Karakteristik Anak Usia Dini | Pra Sekolah dan PAUD dan Ciri-Ciri Anak Berbakat..!!

Makalah Karakteristik Anak Usia Dini. Pada postingan kali ini, sekarang Adin Blogs akan menyuguhkan sebuah Tulisan berupa makalah buat pembaca yang insyaallah akan bermanfaat tentunya bagi yang ‘baca’ yaitu mereka calon guru, guru PAUD, guru TK atau ibu rumah tangga dalam mengenali karakteristik Anak Usia Dini Pra sekolah yaitu sebelum masuk ke Paud atau Sekolah Taman Kanak-Kanak, yang memang sangat perlu sekali untuk kita kenali sebagai Orang Tua khususnya sebagai pendidik pertama terhadap anaknya, yang penulis akan membahas kali ini adalah Karakteristik Anak Usia Dini Pra Sekolah.
Perkembangan anak sejak lahir sampai umur Lima tahun (BALITA) yang mencakup perkembangan motorik, perkembangan bahasa, dan perkembangan kemampuan berfikir. Untuk masa usia tertentu dijabarkan kemampuan-kemampuan atau kegiatan-kegiatan apa yang pada umumnya dapat dilakukan oleh anak-anak pada masa usia itu.
Adapun sumber yang memberikan data tentang perkembangan bayi dan balita, antara lain dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ilmu Kesehatan Anak, yang menggambarkan langkah bagi dan anak sampai umur lima tahun di tinjau dari perkembangan motorik, adaftif (penguasaan), bahasa dan sosial
Dan penulisan makalah ini tidak lain bertujuan untuk memberikan gambaran, arah, pengetahuan dan pengertian tentang mengenali “Karakteristik Anak Usia Prasekolah/Usia Dini”


PEMBAHASAN
Perlu diingat bahwa seorang anak mungkin saja maju dalam salah satu keterampilan, tetapi tidak dalam keterampilan lain. Hanya sedikit sekali anak-anak yang menunjukkan keseimbangan dalam perkembangan sehingga mereka lebih cepat atau maju dalam hampir semua keterampilan. Ada anak-anak berbakat yang menunjukkan ketidakseimbangan dalam perkembangannya, misalnya maju dalam perkembangan bahasa, tetapi biasa saja dalam perkembangan motorik. Ada pula anak berbakat yang mula-mula tidak cepat dalam perkembangan bahasa, misalnya baru mulai berbicara pada umur 19 bulan, tetapi langsung menggunakan kalimat-kalimat lengkap. Jadi, orang tua tidak perlu terlalu khawatir jika anak balita me­reka tampak kurang cepat dalam perkembangan salah satu keterampilan.
Hendaknya orang tua memungkinkan anak balita berkembang dengan kecepatannya sendiri. Tidak ada gunanya mendorong seorang anak apa-bila ia belum matang untuk suatu keterampilan. Sebaliknya, juga jangan menghambat kemajuan anak. Misalnya, anak yang sudah ingin berjalan digendong terus karena ibunya khawatir kalau-kalau anaknya jatuh, atau karena lebih mudah bagi ibu daripada harus mengikuti segala gerak-gerik termasuk jatuh bangunnya anak. Kita perlu menjaga keamanan anak, te­tapi tidak perlu terlalu melindungi anak. Hal itu dapat menghambat per­kembangan kemandirian anak.
Ada manfaatnya untuk mengikuti perkembangan anak balita dengan membuat catatan tentang perkembangan motoriknya dan perkembangan bahasanya. Kadang-kadang dokter perlu mengetahui sejarah atau riwayat perkembangan anak, misalnya untuk mengetahui riwayat perkembangan suatu penyakit atau untuk dapat memberikan saran-saran mengenai pe-rawatan kesehatan anak. Jika orang tua telah membuat catatan-catatan tentang perkembangan anak, maka mereka tidak perlu bingung menjawab pertanyaan dokter dan dapat memberikan data yang tepat yang diperlukan dokter.

1)   Pengamatan yang Siaga dan Cermat
Salah satu ciri yang menonjol pada bayi atau anak balita yang berbakat ialah pengamatan mereka yang siaga dan cermat. Sejak masa bayi, me­reka tampak sangat memperhatikan apa yang berlangsung dalam lingkungannya. Ini tidak berarti bahwa mereka selalu aktif dalam gerak-gerik. Mungkin saja mereka berbaring atau duduk dengan tenang di tempat tidur, tetapi dari pandangan matanya tampak bahwa mereka selalu mengikuti segala sesuatu yang dilakukan ibunya, mengamati semua gerak-gerik ibunya.
2)   Bahasa
Anak berbakat, kecuali mulai berbicara lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak biasa, juga menggunakan kata-kata yang lebih sulit dan kalimat-kalimat yang lebih majemuk. Jika anak lain yang seusia masih menggunakan bahasa bayi, anak balita berbakat sudah dapat berbicara dengan kalimat-kalimat lengkap seperti anak yang sudah lebih tua. Mereka ce­pat menangkap arti kata-kata, dapat menggunakan kata-kata abstrak, ser-ta memberi jawaban-jawaban yang tidak diduga dari anak seumur me­reka. Perbendaharaan kata mereka juga meningkat dengan lebih cepat, dapat mengerti pembicaraan orang lain dengan lebih cepat, dan juga le­bih cepat dalam kemampuan mengungkapkan pikiran-pikiran mereka. Da­lam penggunaan kata-kata, mereka lebih cermat dan tepat.
3)   Keterampilan Motorik
Ada anak yang kekuatannya bukan dalam penggunaan bahasa, melainkan dalam keterampilan motorik. Sebagai bayi mereka dapat menggapai atau meraih benda dengan lebih tepat dan tidak cepat menjatuhkannya.
Mereka dapat membuat bangunan dalam permainan dengan balok atau kotak yang lebih sulit, mampu menempatkan balok-balok tersebut dengan keseimbangan yang baik, misalnya mampu membuat menara yang tinggi. Ada pula anak-anak yang keterampilan motoriknya tampak da­lam menggambar atau dalam berolah raga.
4)   Membaca
Banyak anak berbakat sudah dapat membaca sebelum mereka masuk se-kolah dasar, dan biasanya mereka belajar membaca sendiri. Ketika ma­sih bayi, keterampilan mereka yang luar biasa dalam bidang ini nyata antara lain bahwa mereka tidak pernah memegang buku bergambar terbalik, dan jika buku itu kebetulan terbalik, mereka cepat membetulkannya. Me­reka melihat gambar-gambar dalam buku seperti "membacanya", dari kiri ke kanan.
Orang tua anak-anak ini melaporkan bahwa anaknya tiba-tiba saja dapat membaca suatu kata, bahkan juga kalimat-kalimat pendek. Padahal orang tuanya tidak dengan sengaja mengajar mereka membaca, mung-kin mereka hanya menunjukkan huruf-huruf abjad. Anak-anak itu be­lajar membaca sendiri. Jika orang tua sering dan senang membaca, dan di dalam rumah banyak tersedia buku, maka hal ini mempunyai pengaruh besar dalam mendorong anak balita untuk membaca. Demikian pula ji­ka ibu sering membacakan cerita kepada anak balita, hal ini menyebabkan anak itu senang dan ingin membaca.
5   Matematika
Seperti halnya membaca, keterampilan matematika mulai dengan memahami konsep-konsep yang mendasarinya. Anak-anak yang berbakat dalam matematika, pada umur sangat muda sudah memahami arti lebih banyak, paling banyak, lebih sedikit, paling sedikit, dan sebagainya se­belum mereka belajar mengenai angka-angka. Anak balita yang kelak menunjukkan keterampilan matematika yang maju, cepat menunjukkan perhatian terhadap waktu, ukuran, dan hitung-menghitung. Mereka banyak mengajukan pertanyaan mengenai "berapa lama", "berapa banyak", dan pertanyaan pertanyaan sejenisnya. Mereka cepat mengingat hari-hari ulang tahun yang berhubungan dengan angka-angka. Orang tua dapat membantu perkembangan keterampilan berhitung anak balitanya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Berilah saya kotak yang paling kecil," dan pertanyaan-pertanyaan sejenis. Ada anak umur tiga tahun yang su-dah senang menghitung sampai seratus atau lebih. Anak balita yang ber­bakat sering sudah menguasai dasar-dasar berhitung sebelum mereka masuk taman kanak-kanak.
6)   Ingatan
Banyak anak berbakat mempunyai ingatan yang baik sekali, misalnya mengenai pengalaman-pengalaman atau pengetahuan-pengetahuan yang mereka peroleh. Mereka ingin mengetahui segala sesuatu tentang benda-benda atau hal-hal dan menanyakan mengenai hal-hal yang tidak pernah diperhatikan orang lain, dan mereka juga mampu mengingat hal-hal tersebut.
7)   Rasa Ingin Tahu dan Keuletan
Anak balita pada umumnya mempunyai rasa ingin tahu dan senang me­ngajukan macam-macam pertanyaan, tetapi lebih-lebih anak balita yang sangat cerdas atau berbakat. Mereka tidak hanya menanyakan mengenai "siapa" atau "apa" yang terjadi, "bilamana" dan "di mana" terjadinya, tetapi juga ingin tahu "mengapa" hal itu terjadi dan "bagaimana". Mereka pun sangat gigih dan keras hati untuk memperoleh jawaban yang ingin diketahuinya. Mereka bisa bertanya tentang "dari mana datangnya hujan", "mengapa hujan turun", "bagaimana terjadinya", dan sebagainya. Kadangkadang orang tua tidak sabar atau tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dalam hal ini sebaiknya mereka mengajak anak untuk mencari jawabannya, misalnya dalam buku-buku atau menanyakan kepada orang yang lebih tahu. Jangan menghambat atau mematikan rasa ingin tahu anak dengan jawaban-jawaban seperti, "Kau terlalu kecil," "Ibu sekarang tidak ada waktu," atau "Jangan tanya macam-macam, Ibu lagi sibuk!"
8)   Semangat (Energi)
Di samping rasa ingin tahu yang kuat dan kegigihannya untuk memperoleh jawaban yang memuaskan, anak balita yang sangat cerdas atau berbakat juga menunjukkan semangat dan energi yang sangat besar. Mereka mem­punyai dorongan yang kuat untuk menjajaki lingkungan mereka. Sering mereka terlibat dalam begitu banyak kegiatan sehingga orang tuanya cemas bahwa mereka akan menjadi terlalu capek. Yang.lebih sering terjadi ialah bahwa orang tuanya yang kecapekan untuk dapat mengikuti minat anak berbakat yang begitu beragam. Tidak jarang anak-anak itu tidurnya kurang karena begitu banyak waktu yang digunakan untuk bermacam-macam kegiatan. Banyak orang tua anak berbakat mengamati bahwa anak mereka tidurnya kurang dibandingkan dengan kakak adiknya. Mereka sudah bangun pagi-pagi dan biasanya tidak mau tidur siang hari. Dalam hal ini tidak ada gunanya untuk memaksa anak tidur, kecuali jika anak memang kelihatan capek dan cepat marah atau tersinggung, dan mung-kin membutuhkan istirahat. Kebutuhan akan tidur memang berbeda-beda pada anak-anak, dan beberapa anak berbakat tampaknya kurang mem­butuhkan tidur dibandingkan dengan anak-anak lain.
Kesibukan anak berbakat yang terarah pada tujuan harus dibedakan dari kegelisahan anak hiperaktif yang usaha-usahanya tampak tidak bertujuan, perhatiannya menyebar, berbeda dengan kesibukan anak berbakat yang berpusat pada tujuan tertentu.
9)   Persahabatan
Anak berbakat sering menyukai punya teman-teman yang lebih tua atau senang berada bersama orang dewasa. Dapat bergaul dengan teman sebaya memang penting agar anak tidak menjadi terlalu "berbeda", tetapi tidak ada salahnya jika untuk kegiatan-kegiatan yang lebih memerlukan kematangan mental atau untuk minat-minat khusus, anak dibolehkan ber-main atau bergaul dengan anak-anak yang lebih tua atau dengan orang dewasa. Yang penting ialah jangan sampai anak menjadi terasing atau terpencil dari teman-temannya yang sebaya.
Dengan mengenai perkembangan umum anak balita, dan perkembangan anak balita yang lebih cepat atau maju, serta ciri-ciri anak balita yang cerdas atau berbakat, orangtua (ibu atau ayah) dapat mengenali sejauh mana anak mereka termasuk sangat cerdas atau berbakat istimewa, yaitu dari pengamatan perilaku anak sehari-hari, kebiasaan-kebiasaannya, ucapan-ucapannya, caranya bermain dan sebagainya.
Jika orangtua menginginkan lebih banyak kepastian, mereka dapat minta bantuan seorang ahli. Psikologi di samping mengamati perilaku anak dan memperoleh keterangan dari orangtua mengenai perkembangan anak, dapat menggunakan alat-alat uji (tes psikologis) untuk menentukan apakah anak itu tergolong anak cerdas atau berbakat istimewa.
Namun perlu dipertimbangkan bahwa semakin muda seorang anak, makin sulit untuk dites, dan belum tentu hasil-hasilnya dapat diandalkan sepenuhnya. Anak kecil biasanya sulit untuk diminta duduk diam untuk waktu yang cukup lama dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, ia belum dapat memusatkan perhatiannya untuk jangka waktu yang lama, hal ini tidak memudahkan pelaksanaan pengetesan.
Yang penting ialah bahwa orangtua dapat menerima dan menghargai kemampuan anak, serta menyadari bahwa setiap anak (apakah ia ber­bakat, biasa saja, atau mungkin kurang cerdas) mempunyai kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan, dan mempunyai kebutuhan-ke-txbutuhan sebagai seorang anak yang perlu dipenuhi. Setelah kita mengenai tingkat kemampuan, kecerdasan, bakat dan mi-nat anak, pertanyaannya ialah: pelayanan pendidikan apa yang dapat di­berikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak?

Usia 4 atau 5 tahun merupakan bagian yang paling kritis dalam per­kembangan hidup manusia, lidak hanya perkembangan fisik, tetapi juga bentuk-bentuk perkembangan pribadi serta aktualisasi kemampuan be-lajar dimulai. Perkembangan pribadi serta berbagai kemungkinan atau kesempatan belajar yang tersedia akan menunjang perkembangan intelektual yang dibawa lahir atau yang diwarisi anak. Ada dua pilihan yang dapat kita tempuh mempersiapkan pertumbuhan dengan baik ataukah membiarkan pertumbuhan terjadinya secara alamiah. Terjadinya per­kembangan dengan baik atau hilangnya potensi pada anak akan sangat bergantung pada usaha-usaha yang dilakukan pada usia pembentukan po­tensi anak (4-5 tahun).
Sejak tahun 1960 an telah banyak informasi yang diperoleh dari berbagai penelitian dan percobaan tentang perkembangan anak sampai de­ngan usia 4-5 tahun serta perkembangan selanjutnya. Kita tidak dapat mengatakan, "biarlah anak-anak berkembang dengan sendirinya  just let children be children "(Barbara Clark, 1979), tanpa menyadari bahwa kita membentuk anak yang akan menimbulkan pengaruh yang permanen dalam hidup mereka. Banyak anak yang bernasib baik, tetapi banyak pula dari mereka yang menerima nasib sebaliknya. Kita dapat secara dini mendeteksi dan menghindari hal-hal yang menghambat perkembangan anak. Dewasa ini telah banyak usaha yang dilakukan yang memungkinkan anak-anak yang memiliki kemampuan atau bakat khusus sehingga mereka dapat mengaktualisasikan keberbakatan mereka.

KESIMPULAN
Perkembangan anak balita yang lebih cepat dan maju dibandingkan dengan anak balita rata-rata sangatlah baik dan menunjang perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Tetapi seorang anak tidak perlu lebih maju atau cepat dalam semua hal untuk dapat dikatakan termasuk anak-anak yang berbakat.
Untuk usia  masa tertentu dijabarkan kemampuan-kemampuan atau kegiatan-kegiatan apa yang pada umumnya dapat dilakukan anak-anank pada masa usia itu.
Ciri-ciri perilaku anak berbakat :
1.      Pengamatan yang siaga dan cermat
2.      Bahasa
3.      Keterampilan motorik
4.      Membaca
5.      Matematika
6.      Ingatan
7.      Rasa ingin tahu dan keuletan
8.      Semangat (energi)
9.      Persahabatan
Terakhir semoga kajian sederhana ini dapat dipahami menjadi ilmu yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya khususnya bagi penulis. Sebelum dan sesudahnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan keakuratannya karena penulis masih dalam proses belajar kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan sangat penulis harapkan seklai.

Baca Juga Makalah Terkait

REFERENSI/DAFTAR PUSTAKA
  • Semiawan, Conny, Pengenalan dan Pengembangan Bakat, PT Remaja, Jakarta, 1990
  • Munandar, Utami, Perkembangan Anak Usia Dini, PT Mondar Maju: Bandung, 1992
Untuk contoh penulisan Bagian Awal Skrisi yang lainnya bisa dilihat di Artikel terkait :
Contoh Penulisan Abstrak Skripsi
Contoh Penulisan Kaper Skripsi
Contoh Penulisan Lembar Pengesahan
Contoh Penulisan Lembar Pernyataan Skripsi
Contoh Penulisan Kata Pengantar Skripsi
Contoh Penulisan Daftar Isi Skripsi
Contoh Penulisan Daftar Pustaka Skripsi

Contoh Penulisan Artikel Skripsi
Contoh Penulisan Proposal Skripsi PTK
Contoh Tugas Akhir D2 PGTK
Contoh Abstrak Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat

Makalah Karakteristik Anak (Usia Sekolah Dasar Pada Kelas Rendah & Kelas Tinggi)

Pada postingan hari ini sekarang admin akan membahas sebuah Makalah yang berjudul Karakteristik Anak SD.
Pada dasarnya tiap-tiap individu manusia adalah unik, satu sama lain berbeda dari yang lainnya. Jadi tiap-tiap mausia selalu mempunyai ciri-ciri, sifat-sifat tersendiri yang membedakannya dari manusia-manusia lainnya, dan ini merupakan salah satu tanda keperkasaan Sang Maha Pencipta menciptakan makhluknya.
Manusia dilahirkan dalam keadaan yang sepenuhnya tidak berdaya dan harus menggantungkan diri pada orang lain. Karena manusia pertama sekali tergantung pada orang, maka penting sekali peranan orang tersebut terhadap perkembangan kepribadian anak (biasanya ibu).

Anak dalam setiap tahap perkembangannya memiliki karakteristik-karakteristik, tahap-tahap yang terdiri dari 3 masa
1. Masa negativistis pertama pada usia 2-3 tahun
2. Masa negativistis kedua pada usia 5-6 tahun
3. Masa negativistis ketiga pada usia remaja
Pada makalah ini terbakar pada masa negativistis kedua pada usia 5-6 tahun pada masa usia ini anak mengenal lingkungan yang lebih luas diantaranya sekolah, tetangga, dll. Sehingga anak memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan karakteristik pada masa sebelumnya.

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah mengajak supaya pembaca :
1. Mengetahui karakteristik anak usia sekolah dasar masa kelas-kelas rendah
2. Mengetahui karakteristik anak usia sekolah dasar masa kelas-kelas tinggi
3. Mengetahui pertumbuhan fisik / jasmani anak usia sekolah dasar
4. Mengetahui perkembangan intelektual (IQ) dan Emosional (EQ)

PEMBAHASAN

A.   Karakteristik Anak Usia Sekolah Dasar
Masa usia sekolah adalah babak terakhir bagi periode perkembangan dimana manusia masih digolongkan sebagai anak masa usia sekolah dikenal juga sebagai masa tengah dan akhir dari masa kanak-kanak, pada masa inilah anak paling siap untuk belajar. Mereka ingin menciptakan sesuatu, bahkan berusaha untuk dapat membuat sesuatu sebaik-baiknya, ingin sempurna dalam segala hal.
Pada masa ini anak menjalani sebagian besar dari kehidupannya di sekolah yaitu di Sekolah Dasar. pada masa ini dikatakan pula sebagai masa konsolidasi. Masa usia sekolah dasar sering pula disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian sekolah. Pada masa keserasian sekolah ini secara relatif anak-anak lebih mudah dididik dari pada sebelumnya dan sesudahnya.
Masa ini dapat dirinci lagi menjadi 2 fase
1.    Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar kira-kira umur 6 atau 7 tahun sampai umur 9 atau 10 tahun
2.    Masa kela-kelas tinggi sekolah dasar kira-kira umur 9 tahun 10 tahun sampai kira-kira umur 12 atau 13 tahun 
1. Karakteristik Anak pada Masa Kelas-Kelas Rendah Sekolah Dasar
Beberapa sifat khas anak pada masa ini antara lain adalah:
1.    Adanya korelasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
2.    Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional
3.    Ada kecenderungan menuju diri sendiri
4.    Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain ada kecenderungan meremehkan anak lain.
5.    kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu hal, maka soal itu dianggapnya tidak penting.
6.    Pada masa ini anak menghendaki nilai raport yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai atau tidak.
2.  Karakteristik Anak pada Masa Kelas-Kelas Tinggi SD
Beberapa sifat khas anak-anak pada masa ini adalah:
1.    Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret
2.    Amat realistis, ingin tahu, ingin belajar
3.    Menjelang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus
4.    Sampai kira-kira umur II tahun anak dapat membutuhkan seorang guru / orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugasnya dan memenuhi keinginannya. Setelah kira-kira umur II tahun pada umumnya anak menghadapi tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikannya sendiri
5.    Pada masa ini anak memandang (nilai raport) sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah
6.    Anak-anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya biasanya untuk dapat bermain bersama-sama
7.    Mengembangkan kata hati, moralitas suatu skala nilai-nilai

B.   Perkembangan Fisik / Jasmani
a.    Perkembangan Fisik
      Perkembangan fisik mencakup aspek-aspek anatomis dan fisiologis
1.    Perkembangan Anatomis
Perkembangan anatomis ditujukan dengan adanya kuantitatif pada struktur tulang-berulang. Indeks tinggi dan berat badan, proporsi tinggi kepala dengan tinggi garis keajegan badan secara keseluruhan.
a)    tulang-berulang pada masa bayi berjumlah 27 yang masih rentur, berpori dan persambungannya longgal
b)    berat badan tinggi badan pada waktu lahir umumnya sekitar 3-4 kg dan 0-60 cm, masa kanak-kanak sekitar 12-15 kg dan 90-120 cm
c)    Proporsi tinggi kepala dan badan pada masa bayi dan kanak-kanak sekitar 1:4.
2.    Perkembangan Fisiologi
Perkembangan fisiologi ditandai dengan adanya perubahan-perubahan secara kuantitatif, kualitatif dan fungsional dari sistem-sistem kerja hayati seperti konstraksi otot, peredaran darah dan pernafasan, persyarafan, sekresi kelenjar dan pencernaan.
a)    otot sebagai pengontrol motorik, proporsi bobotnya 1-5 pada masa bayi dan kanak-kanak;
b)    frekuensi denyut jantung pada masa bayi sekitar 140 permenit dengan meningkatkan usia dapat berkurang sampai 62-63 meskipun normalnya pada orang dewasa sekitar 72;
c)    persentase tingkat kesempurnaan perkembangan secara fungsional
d)    keaktifan dan tingkat kematangannya sekresi tubuh

b.    Perkembangan Prilaku Psikomotorik
Prilaku psikomotorik memerlukan adanya koordinasi fungsional antara neuronmuscular system (persyarafan dan otot) dan fungsi psikis (kognitif, afektif, konatif).
Loree (1970:75) menyatakan bahwa ada dua macam perilaku psikomotorik utama yang bersifat universal harus dikuasai oleh setiap individu pada masa bayi atau awal masa kanak-kanaknya ialah berjalan (walking) dan memegang benda (prehensian).
Kedua jenis keterampilan psikomotorik ini merupakan basis bagi perkembangan keterampilan yang lebih kompleks seperti yang kita kenal dengan sebutan bermain (playing) dan bekeja (working)

c.    Pertumbuhan Selama Pertengahan Masa  Kanak-Kanak
1.    Tingkat Pertumbuhan
Tingkat pertumbuhan anak sangat berbeda antara ras, bangsa dan tingkat sosial ekonominya. Pertumbuhan juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan mereka.
Anak-anak yang tumbuh paling tinggi biasanya dalam hidupnya tidak mengalami kekurangan gizi atau infeksi penyakit yang merupakan masalah utama dalam kehidupan.
2.    Nutrisi dan Pertumbuhan
Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lamban, karena nutrisi tersebut hanya untuk mempertahankan hidup dan energi, sedangkan protein lebih untuk meningkatkan pertumbuhan. Apabila makanan tidak dapat mendukung kedua proses tersebut sepenuhnya maka pertumbuhannya menjadi tidak optimal.
3.    Kesehatan dan Kebugaran Anak
Pemberian vaksinasi sangat baik bagi anak-anak usia pertengahan dari pada yang rendah usianya. Terbukti dengan adanya imunisasi di sekolah.

d.    Beberapa Aspek Kesehatan dan Kebugaran Masa Kanak-kanak
1.    Obesity
Penyebab obesity yaitu karena banyak makan dan kurang berolahraga
2.    Kondisi Medis pada Masa Kanak-kanak
Pada umumnya anak-anak mendapat sakit akut dalam waktu singkat dengan berbagai usia medis, biasanya terkena virus (flu), selain itu ada juga sakit ternggorokan, radang tenggorokan, infeksi telinga dan gangguan emosional
3.    Penglihatan
Pada anak usia sekolah, penglihatannya lebih tajam dari pada waktu sebelumnya. Mereka cenderung lebih matang dan dapat memfokuskan penglihatan lebih baik.
4.    Kesehatan Gigi
Anak usia 6 tahun mengalami tanggal giginya yang pertama kali, selanjutnya diganti dengan gigi yang tetap setiap tahun sebanyak empat gigi untuk tahun kelima berikutnya gangguan pada gigi yang biasanya dialami anak usia ini yaitu kerusakan gigi dan juga gigi  tanggal            
5.    Kebugaran Anak
Memelihara kebugaran anak sangat penting hal ini bisa dilakukan dengan cara berenang, senam, lari, berjalan kaki, bersepeda. Hal ini untuk menjaga kesehatan  jantung dan paru-paru.  
  
C.   Perkembangan Intelektual (IQ) dan Emosional (EQ)
1.    Perkembangan Intelektual (IQ)
a.    Perkembangan Kognitif
Menurut Piaget anak usia antara 5-7 tahun memasuki tahap operasi konkret (concrete operations) yaitu pada waktu anak dapat berikir secara logik mengenai segala sesuatu. Pada umumnya mereka pada tahap ini sampai kira-kira II tahun.
b.    Berpikir Operasional
Melakukan berbagai bentuk operasional yaitu kemampuan aktivitas mental sebagai kebalikan dari aktivitas jasmani. Pada tahap operasionak konkret anak-anak sudah mulai bekerja denga angka-angka, mengetahui konsep-konsep waktu dan ruang dan dapat membedakan kenyataan dengan hal-hal yang bersifat fantasi.
Anak-anak usia sekolah lebih dapat berpikir secara logik dari pada waktu mereka masih muda. Menurut Piaget seorang anak pada periode perkembangan initelah mampu menggunakan simbol” untuk melakukan sesuatu.
Pada periode berpikir ini pula anak-anak mulai mampu melakukan “Perpisahan mereka memperhitungkan berbagai aspek yang ada sebelum mengambil suatu kesimpulan dan tidak lagi hanya terpukau kepada satu aspek saja seperti pada pemikiran praoperasional. Mereka meningkatkan pengertian bahwa adanya sudut pandangan orang lain memungkinkan mereka untuk berkomunikasi secara efektif dan memungkinkan mereka untuk bersikap  lebih luwes  dalam sikap moral mereka.
c.    Konservasi
Konservasi adalah salah satu kemampuan yang penting yang dapat mengembangkan berbagai opemasi pada tahap konkret. Dengan kata lain konservasi adalah kemampuan untuk mengenal atau mengetahui bahwa dua bilangan yang sama akan tetap sama dalam substansi berat atau volume selama tidak ditambah atau dikurangi.
Anak pada usia sekolah dasar sudah mampu melakukan konservasi karena sudah memahami konsep bolak-balik (reversibility) konsep bahwa ia dapat mengembalikan benda kebentuknya yang semula tanpa (ditambah atau dikurangi).
Menurut Piaget, kemampuan konservasi di mungkinkan untuk berkembang jika sistem syaraf sudah cukup matang dan mendukung kemampuan.
Selain itu anak dapat melakukan konservasi adalah anak yang nilai rapornya lebih tinggi, IQ nya tinggi kemampuan verbalnya baik, dan ibu yang aktif jadi, disini tampaklah suatu peningkatan kualitatif cara berpikir anak.  
d.    Seriasi (Runtunan)
Seriasi juga adalah satu ciri perkembangan kognitif anak usia sekolah, yaitu memahami suatu seri posisi, seriasi ini juga berlaku untuk berbagai dimensi, yaitu dimensi tinggi, panjang atau ukuran, Artinya anak usia SD mampu menyusun benda mulai dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah.      
e.    Klasifikasi dari Obyek-obyek
Yaitu kemampuan untuk memilih sub kelompok.
f.     Konsep Angka

2.    Perkembangan Emosional (EQ)
Pada masa anak sekolah dasar (school age), pada masa ini ia pada umumnya  mulai dituntut untuk dapat mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu dengan baik bahkan sempurna.
Kemampuan melakukan hal-hal tersebut menumbuhkan kepercayaan atas kecakapannya menyelesaikan sesuatu tugas. Kalau tidak pada akan tumbuh / menimbulkan perasaan rendah diri (inferiority) yang akan dibawanya pada taraf perkembangan selanjutnya.
Pada masa ini anak usia SD mulai mengalami ketidak senangan berdiferensiasi di dalam rasa malu cemas dan kecewa sedangkan kesenangan, berdiferensiasi ke dalam harapan dan kasih orang.
Oleh karena itu, tidak heran kalau terdapat siswa-siswi yang membenci atau menyenangi guru atau bidang studi tertentu, bergantung pada kemampuan guru untuk menyelenggarakan conditioning reinforcement aspek-aspek emosional tersebut.
Gejala “seperti takut, cemas, marah, sedih, iri cemburu, senang, kasih sayang, simpati merupakan beberapa proses manifestasi dari keadaan emosional pada diri seseorang.
Aspek emosional dari suatu perilaku melibatkan 3 variable yaitu:    
5.    Rangsangan yang menimbulkan emosi (the stimulus variable)
6.    Perubahan-perubahan fisiologis variable yang terjadi bila mengalami emosi (the organismic variable)
7.    Pola sambutan ekspresi atas terjadinya pengalaman emosional itu. (the respons variable)
a.    Gangguan emosional pada Kanak-Kanak
Ada beberapa gangguan emosional pada masa kanak-kanak sehingga terkesan dan sebagai penyebab ketakutan kanak-kanak untuk melakukan suatu kegiatan. Salah satu contohnya yaitu pada suasana yang gelap sehingga membuat anak merasa takut melakukan sesuatu pada malam hari diluar rumah. Dan biasanya untuk menanggulangi masalah ini ditanggulangi oleh psikiater.
b.    Beberapa tipe masalah emosional
Kebrutalan atau kebingungan anak akan nampak pada perilakunya, misalnya: berkelahi, berbohong, mencuri dan merusak aturan yang berlaku. Bentuk-bentuk tindakan tersebut merupakan ekspresi yang keluar dari emosional yang terganggu
c.    Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan yang dialami anak-anak dapat berupa gangguan keinginan terpisah dan ketakutan (phobia) sekolah, Gangguan keinginan terpisah dari orang terdekat berakibat anak mengalami sakit kepala, sakit perut, dsb. 
d.    Takut Sekolah
Ketakutan terhadap guru yang keras (galak) atau mendapat tugas yang berat di sekolah merupakan salah satu ketakutan pada anak, ketakutan anak tersebut adalah wajar. Hal ini disebabkan karena lingkungan yang tidak kondusif.
e.    Kematangan Sekolah
Kematangan Sekolah ini ditandai apabila anak telah mencapai perkembangan fisik sebagai dasar yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan segala sesuatu disekolah, perkembangan kognitif yang memadai juga sangat dibutuhkan selain itu anak juga telah mampu mengembangkan hubungan emosional yang sehat dengan orang lain.
f.     Depresi pada masa kanak-kanak
Gejala-gejala depresi antara lain gangguan konsentrasi, tidur kurang, selera makan kurang, mulai berbuat kejelekan disekolah, tidak merasa bahagia, selalu mengeluh karena penyakit jasmani yang dideritanya, selalu merasa bersalah.
g.    Perawatan Problema Emosional
Pilihan untuk perawatan secara khusus untuk gangguan tertentu tergantung pada beberapa faktor, misalnya problema yang bersifat alamiah, kpribadian anak, kesediaan orang tua untuk berpartisipasi, sosial ekonomi orang tua, dll.  
Beberapa jenis terapi untuk mengatasi gangguan emosional
Perawatan psikologis dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
a.    Terapi seca individual. Yaitu dengan melihat anak satu persatu membantu agar anak dapat mengenal dirinya atau kepribadiannya dan hubungannya dengan orang lain dan menginterpretasikan penasaran dan perilaku anak.
b.    Terapi jangka pendek dan jangka panjang
1.    Terapi jangka pendek dilakukan dengan waktu yang pendek biasanya berkaitan dengan masalah ringan
2.    Terapi jangka panjang dilakukan dengan waktu yang panjang, yang berkaitan dengan masalah yang memerlukan keteraturan, kontinuitas, demi terciptanya perubahan perilaku anak misalnya dengan terapi bermain dan terapi keluarga 
c.    Terapi perilaku atau modifikasi perilaku
Metode ini diterapkan dengan menggunakan teori belajar untuk mengubah perilaku anak. Yaitu dengan menghilangkan perilaku anak yang tidak disenangi.
d.    Efektifitas perilaku
Pada umumnya terapi sangat bermanfaat dan membantu anak-anak yang memperoleh terapi lebih baik daripada anak-anak yang tidak memperoleh terapi.
Terapi juga dapat dilakukan pada anak yang mengalami gangguan salah satunya gangguan emosional pada anak yaitu stress. Stress adalah perasaan tertekan disertai dengan meningkatnya emosi yang tidak menyenangkan, seperti cemas, gelisah, takut, sedih, marah, yang relatif berlangsung lama.
Stress dapat disebabkan oleh berbagai hal yaitu:
1.      Suasana dalam keluarga yang seringkali diwarnai oleh adanya konflik orang tua
2.      Sikap orang tua yang selalu menuntut pada anak untuk berprestasi dan berbuat yang baik-baik
3.      Penyakit
4.      Frustasi
5.      Ketidak hadiran orang tua dirumah
6.      Perceraian
7.      Kemiskinan
8.      Ditinggal mati orang tua
9.      Keamanan yang terganggu misal tawuran, perang.

KESIMPULAN
Anak juga mempunyai kehidupan kejiwaan yang lain dari pada orang dewasa. Ia punya cara-cara berfikir, merasa mengingat yang tersendiri. Oleh karena itu dalam menghadapi anak, kita tidak bersikap seperti menghadapi pada orang dewasa. Dia punya dunia tersendiri dan punya fase-fase kehidupan yang mempunyai perkembangan tertentu.
Perkembangan fisik, intelektual anak usia sekolah dasar cenderung lamban. Pertumbuhan fisik anak menurun, sedangkan kecakapan motorik terus membaik. Dalam masa perkembangan usia anak SD ditandai dengan tempertantum, yaitu tingkah laku mengamuk, menangis, menjerit, merusak, menyerang dan menyakiti diri sendiri.


Baca Juga Makalah Terkait

REFERENSI/DAFTAR PUSTAKA
  • Abu Ahmadi, H.Drs.Psikologi Umum. Rineka Cipta. Jakarta. 1998
  • Aswin Hadis, Fawzia. Psikologi Perkembangan Anak. Dekdikbud.
  • Fauzi, Ahmad, H.Drs.Psikologi Umum. Pustaka Setia. Bandung.1999
  • Somantri, Mulyani dan Nana Saodih. Perkembangan Peserta Didik. Universitas Terbuka. Jakarta. 2004
  • Syamsudin Makmun, Abin H.M.A. DR. Prof. Psikologi Kependidikan. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. 2000
  • Wirawan Sarwono, Sarlito. DR. Pengantar Umum Psikologi. PT. Bulan Bintang. Jakarta. 2000.
Baca Makalah Yang Lainnya :

Untuk Contoh Penulisan Bagian Awal Skrisi yang lainnya bisa dilihat di Artikel ini:
Contoh Penulisan Abstrak Skripsi
Contoh Penulisan Kaper Skripsi
Contoh Penulisan Lembar Pengesahan
Contoh Penulisan Lembar Pernyataan Skripsi
Contoh Penulisan Kata Pengantar Skripsi
Contoh Penulisan Daftar Isi Skripsi
Contoh Penulisan Daftar Pustaka Skripsi
Contoh Penulisan Artikel Skripsi
Contoh Penulisan Proposal Skripsi PTK
Contoh Tugas Akhir D2 PGTK
Contoh Abstrak Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat


Baca Juga Makalah Kesehatan Yang Lainnya
- Makalah Kesehatan Penyakit Menular
- Makalah Kesehatan Penyakit Demam Berdarah
- Makalah Kesehatan Penyakit Chikungunya
- Makalah Kesehatan Penyakit Malaria
- Makalah Kesehatan Penyakit Reumatik
- Makalah Kesehatan Penyakit Gangguan Konsep Diri Akibat Skizofreum
- Makalah Kesehatan Kelahiran Prematur
- Makalah Kesehatan Pendidikan Lingkungan
- Makalah Kesehatan Pemantauan Prilaku Kesehatan
- Makalah Kesehatan Alat Kontrasepsi (IUD)
- Makalah Kesehatan Teknik Menyusui Yang Baik
- Makalah Kesehatan Farmasi Lingkungan Teknologi Proses Industri Susu dan Limbahnya
- Makalah Kesehatan Pemeriksaan GGT (Gamma Glutamil Transferasi)

Pengunjung