Jasa Pembuatan Sumur Manual Tasikmalaya, Angkut Lumpur & Tambah Kedalaman


 Apakah Anda sedang mencari jasa pembuatan sumur manual di Tasikmalaya? Atau sumur di rumah mulai dangkal, dipenuhi lumpur, dan perlu ditambah kedalamannya?

Jasa Sumur Manual melayani kebutuhan pembuatan sumur manual baru, angkut lumpur sumur, serta penambahan kedalaman sumur di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, sesuai jangkauan layanan dan kondisi lokasi.

Kami memahami bahwa sumur masih menjadi salah satu sumber air penting bagi rumah tangga dan berbagai kebutuhan usaha. Karena itu, perawatan dan penanganan sumur perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tanah, konstruksi sumur, serta kebutuhan air.

Jika Anda membutuhkan layanan sumur manual, silakan hubungi kami untuk berkonsultasi mengenai kondisi sumur dan perkiraan biaya pengerjaan.

1. Jasa Pembuatan Sumur Manual Baru di Tasikmalaya

Pembuatan sumur manual dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan sumber air untuk rumah tinggal maupun tempat usaha.

Layanan ini dapat dipertimbangkan untuk:

  • Rumah pribadi dan rumah kontrakan.

  • Warung, kios, dan tempat usaha.

  • Kebun serta kebutuhan air lainnya.

  • Bangunan yang membutuhkan sumber air tambahan.

Pembuatan sumur perlu mempertimbangkan kondisi tanah, kedalaman yang dibutuhkan, serta konstruksi yang sesuai. Ketersediaan dan kualitas air dapat berbeda pada setiap lokasi sehingga hasilnya tidak bisa dijamin sama.

Jika Anda berencana membuat sumur baru, konsultasikan kebutuhan dan kondisi lokasi terlebih dahulu agar jenis pekerjaan dapat dipertimbangkan dengan tepat.

2. Jasa Angkut Lumpur dan Pembersihan Sumur

Sumur yang sudah lama digunakan dapat mengalami penumpukan lumpur, pasir, atau endapan di bagian bawah. Endapan tersebut dapat mengurangi kedalaman efektif sumur dan mengganggu pemanfaatannya.

Jasa angkut lumpur sumur dapat menjadi pilihan apabila:

  • Dasar sumur dipenuhi lumpur.

  • Sumur mengalami pendangkalan.

  • Endapan mengurangi kedalaman efektif sumur.

  • Sumur perlu diperiksa dan dibersihkan.

Pembersihan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dinding sumur, sumber air, serta risiko pekerjaan. Perlu diketahui bahwa air yang keruh tidak selalu disebabkan oleh lumpur; kualitas air juga dapat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan sumber air di sekitarnya.

Karena itu, pemeriksaan kondisi sumur perlu dilakukan sebelum menentukan tindakan yang sesuai.




3. Jasa Tambah Kedalaman Sumur Lama

Apakah sumur di rumah mulai dangkal atau persediaan air berkurang? Penambahan kedalaman sumur dapat dipertimbangkan setelah kondisi sumur diperiksa.

Pekerjaan ini bertujuan menambah kedalaman sumur yang sudah ada sesuai kondisi lapangan.

Layanan tambah kedalaman sumur dapat dipertimbangkan ketika:

  • Sumur mengalami pendangkalan.

  • Terdapat endapan yang mengurangi kedalaman sumur.

  • Persediaan air berkurang pada musim kemarau.

  • Pemilik sumur ingin mengevaluasi kemungkinan memperoleh sumber air yang lebih baik.

Namun, penambahan kedalaman tidak selalu membuat debit air bertambah. Hasilnya bergantung pada kondisi geologi dan ketersediaan air tanah di lokasi.

Sebelum pengerjaan dilakukan, kondisi sumur sebaiknya diperiksa untuk menentukan apakah penambahan kedalaman merupakan pilihan yang sesuai.

4. Berapa Biaya Jasa Sumur Manual di Tasikmalaya?

Biaya pembuatan sumur manual, angkut lumpur, dan penambahan kedalaman dapat berbeda-beda sesuai kondisi pekerjaan.

Beberapa faktor yang memengaruhi biaya antara lain:

  1. Kedalaman dan ukuran sumur.

  2. Kondisi tanah serta tingkat kesulitan pengerjaan.

  3. Banyaknya lumpur atau endapan yang harus diangkat.

  4. Kedalaman tambahan yang diperlukan.

  5. Jarak lokasi dan kebutuhan peralatan.

Untuk mendapatkan perkiraan biaya yang sesuai, sampaikan jenis layanan yang dibutuhkan dan kondisi sumur Anda kepada kami.

Hubungi Jasa Sumur Manual untuk konsultasi dan informasi biaya pengerjaan di wilayah Tasikmalaya.

5. Mengapa Kondisi Sumur Perlu Diperiksa Sebelum Dikerjakan?

Setiap sumur mempunyai kondisi yang berbeda. Ada sumur yang membutuhkan pembersihan endapan, ada yang perlu ditambah kedalamannya, dan ada pula yang memerlukan pemeriksaan konstruksi terlebih dahulu.

Pemeriksaan awal membantu menentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan kondisi sumur dan kebutuhan pelanggan.

Keselamatan juga harus menjadi prioritas. Pekerjaan di dalam sumur memiliki risiko kekurangan oksigen, paparan gas berbahaya, dan runtuhnya dinding sumur. Pekerjaan semacam ini harus dilakukan oleh tenaga yang kompeten dengan prosedur keselamatan dan peralatan yang sesuai. Jangan memasuki sumur tanpa perlindungan yang memadai.

6. Hubungi Jasa Sumur Manual Tasikmalaya

Sedang membutuhkan jasa pembuatan sumur manual baru, angkut lumpur, atau tambah kedalaman sumur di Tasikmalaya?

Jasa Sumur Manual siap menerima pertanyaan dan konsultasi mengenai kebutuhan pengerjaan sumur Anda.

Layanan yang tersedia:

  • Pembuatan sumur manual baru.

  • Angkut lumpur dan pembersihan sumur.

  • Penambahan kedalaman sumur lama.

Wilayah layanan: Tasikmalaya dan sekitarnya, sesuai jangkauan pelayanan.

Konsultasi dan informasi biaya:

WhatsApp 1: 085223438118

WhatsApp 2: 088215953706

Silakan hubungi salah satu nomor di atas. Jelaskan apakah Anda ingin membuat sumur baru, membersihkan lumpur, atau menambah kedalaman sumur.

Anda juga dapat menyampaikan lokasi dan kondisi sumur agar kami dapat memberikan informasi awal mengenai kebutuhan pengerjaan.

Jasa Sumur Manual — Solusi untuk Kebutuhan Pembuatan dan Perawatan Sumur Anda di Tasikmalaya.

Catatan: Jenis pekerjaan, biaya, jadwal, dan jangkauan layanan dikonfirmasi berdasarkan kondisi lokasi dan kesepakatan dengan pelanggan.

Contoh Makalah PKn Kelas 8 Lengkap dan Sesuai Struktur

Contoh Makalah PKn Kelas 8 Lengkap dan Sesuai Struktur. Sahabat Adin Blog yang saya hormati, Makalah merupakan salah satu tugas yang sering diberikan kepada siswa, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Banyak siswa masih bingung bagaimana cara menyusun makalah yang benar dan sesuai struktur. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan contoh makalah PKn kelas 8 lengkap beserta sistematikanya.

Pengertian Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah sederhana yang membahas suatu topik tertentu berdasarkan teori dan referensi yang jelas. Dalam pelajaran PKn, makalah biasanya membahas tentang Pancasila, UUD 1945, demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, dan sebagainya.

Struktur Makalah yang Benar

Berikut sistematika makalah yang benar:

Cover

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan

Bab II Pembahasan

Bab III Penutup

Kesimpulan

Saran

Daftar Pustaka

Contoh Singkat Makalah PKn Kelas 8

Tema: Hak dan Kewajiban Warga Negara

BAB I

Pendahuluan

Latar Belakang

Hak dan kewajiban merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap warga negara memiliki hak yang dilindungi oleh undang-undang, namun juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Rumusan Masalah

Apa pengertian hak dan kewajiban warga negara?

Apa contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari?

Tujuan Penulisan

Untuk memahami pengertian serta contoh hak dan kewajiban warga negara.

BAB II

Pembahasan

Hak adalah segala sesuatu yang pantas diterima oleh setiap warga negara. Contohnya hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan perlindungan hukum, dan hak menyampaikan pendapat.

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Contohnya membayar pajak, menaati peraturan, dan menjaga persatuan bangsa.

Hak dan kewajiban harus berjalan seimbang agar tercipta kehidupan yang harmonis dalam masyarakat.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Hak dan kewajiban merupakan bagian penting dalam kehidupan bernegara. Setiap warga negara harus melaksanakan kewajiban sebelum menuntut haknya.

Saran

Sebagai pelajar, kita harus menjalankan kewajiban belajar dengan sungguh-sungguh.

Contoh Bacaan dan Tulisan Ayat Kursi Arab dan Latin Beserta Arti dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

Sahabat Adin Blog yang saya hormati,

Di hari yang fitri ini, setelah kita melewati bulan suci Ramadhan—bulan penuh ampunan, keberkahan, serta ladang amal dan ilmu—kita kembali diingatkan tentang nilai-nilai luhur yang diajarkan Islam. Ramadhan mendidik kita untuk memiliki kepekaan sosial terhadap saudara-saudara kita yang merasakan lapar dan dahaga, melatih kesabaran, serta membentuk pribadi yang tawadhu (rendah hati dan tidak sombong).

Selain itu, Ramadhan juga mengajarkan sikap qana’ah, yaitu merasa cukup dan senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, baik yang kecil maupun yang besar. Kita juga dididik untuk bersikap wara’, yaitu selalu berhati-hati dalam menjaga diri dari hal-hal yang syubhat maupun yang haram, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap perbuatan kita senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

Dengan nilai-nilai tersebut, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang meraih kemenangan dan kembali dalam keadaan suci. Pada kesempatan yang mulia ini (1437 Hijriyah), penulis mengucapkan: Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Aamiin.

Selanjutnya, pada postingan kali ini penulis ingin berbagi sebuah artikel religi dan islami yang insyaAllah bermanfaat, yaitu mengenai bacaan dan tulisan Ayat Kursi dalam bahasa Arab, latin, beserta arti dan terjemahannya.

Ayat Kursi berbeda dengan Hadits Qudsi. Hadits Qudsi merupakan firman Allah SWT yang tidak dicantumkan dalam mushaf Al-Qur’an, melainkan diriwayatkan melalui hadits, yang biasanya ditandai dengan lafaz “qala Allahu ta’ala”. Adapun Ayat Kursi adalah firman Allah SWT yang tercantum langsung dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat ke-255 di juz ke-2.

Ayat Kursi memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bahkan menyebutnya sebagai ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an. Kandungan ayat ini sarat dengan penegasan tauhid, keagungan, dan kekuasaan Allah SWT.

Mengapa Ayat Kursi begitu mulia? Apa saja makna dan kandungan yang terdapat di dalamnya? Mufasir besar Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini secara panjang lebar dalam karya monumentalnya Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim (Tafsir Ibnu Katsir). Beliau tidak hanya menguraikan makna ketauhidan dalam Ayat Kursi, tetapi juga menjelaskan keutamaan serta manfaat besar bagi siapa saja yang membacanya.

Untuk melengkapi pembahasan agar lebih mudah dipahami dan diamalkan, penulis juga menyertakan murotal Ayat Kursi dalam artikel ini. Oleh karena itu, mari kita simak pembahasan lengkap mengenai Ayat Kursi berikut ini.


“Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk).”

“Dia Tidak mengantuk dan tidak tidur.”
“Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.”
“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.”
“Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.”
“Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali dengan apa yang dikehendaki-Nya.”
“Kursi Allah meliputi langit dan bumi.”
“Dan Allah tidak terberati pemeliharaan keduanya.”
“Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Allah! There is no god but He - the Living, The Self-subsisting, Eternal. No slumber can seize Him Nor Sleep. His are all things In the heavens and on earth. Who is there can intercede In His presence except As he permitteth? He knoweth what (appeareth to His creatures As) Before or After or Behind them. Nor shall they compass Aught of his knowledge Except as He willeth. His throne doth extend Over the heavens And on earth, and He feeleth No fatigue in guarding And preserving them, For He is the Most High. The Supreme (in glory). (Al-Baqarah 2: 255)

Allahu la ilaha illa huwa Al -Haiyul-Qaiyum
La ta'khudhuhu sinatun wa la nawm
lahu ma fi as-samawati wa ma fil-'ard
Man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnihi
Ya'lamu ma bayna aydihim wa ma khalfahum
wa la yuhituna bi shai'in min 'ilmihi illa bima sha'a
Wasi'a kursiyuhus-samawati wal ard
wa la ya'uduhu hifdhuhuma
wa Hu wal 'Aliyul-Adheem

Demikianlah salah satu Contoh Bacaan dan Tulisan Ayat Kursi Arab dan Latin Beserta Arti dan Terjemahan dalam Bahasa Inggris semoga bermanfaat khususnya buat penulis dan umumnya buat semua yang membacanya.

Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Sesuai Dalil

Sahabat dumay yang saya cintai, kali ini penulis akan memberikan sebuah catatan religi bermanfaat yaitu tentang Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu, dan insyallah saya berusaha mengambil sumber dalam artikel ini dari hadits-hadits shohih, yang tentunya ini berlaku untuk semua sholat terkecuali ada sebagian sholat yang bacaan sholatnya dikhususkan untuk sholat tersebut seperti sholat mayit, untuk bacan bermanfaat lainnya saya telah berikan di Artikel Islami sebelumnya.
Dibawah ini adalah urutan bacaan sholat fardhu dari mulai takbir diakhiri salam, silahkan disimak, dipelajari, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, amiin :
  • TAKBIR
Bacaan Takbir dibaca dengan suara dzohir (dikeraskan), tetapi bisa juga sir (pelan) tetapi minimal harus terdengar oleh kita sendiri yang mengucapkannya, dan diucapkan 1x.


Teks Bacaannya adalah :
ALLAAHU AKBAR
Artinya : Allah Maha Besar


  • IFTITAH
Dalam bacaan do'a iftitah ini anda bisa memilih, bisa menggunakan beberapa bacaan do'a, diantaranya :
(1) Bisa memakai do'a ini :
Teks Bacaannya :


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

“SUBHANAKA ALLAHUMMA WA BIHAMDIKA WA TABARAKAS-MUKA WA TA’ALA JADDUKA WA LA ILAHA GHAIRAKA”

(2) Bisa memakai do'a


Membacanya ;
Allahumma baid baeni wa baena khothooyaaya kamaa ba'adta baenal masyriqi walmaghribi
Allahumma naqini min khothooyaaya kama yunaqos tsaobul abyadu minadanasi
Allahumma agsilnii min khothooyaaya bilmai wasalji walbarodi 


  • AL-FATIHAH



Bacaan Teks Al-Fatihah + Terjemahnya
(1). BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Artinya: Dgn Menyebut Nama Allah Yg Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
(2). AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Artinya: Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
(3). ARRAHMAANIR RAHIIM.
Artinya:Yg Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
(4). MAALIKIYAUMIDDIIN.
Artinya: Penguasa Hari Pembalasan.
(5). IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah & Hanya Kepada-Mu lah Saya Memohon Bantuan.
(6). IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Artinya: Tunjukilah Kami Jalan Yg Lurus.
(7). SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Artinya: Merupakan Jalannya Beberapa Orang Yg Sudah Kau Anugerahi Nikmat, Bukan Jalannya Beberapa Orang Yg Kau Murkai & Bukan Juga Jalannya Beberapa Orang Yg Sesat.
  • R U K U’
Dalam bacaan do'a ruku ini anda bisa memilih, bisa menggunakan beberapa bacaan do'a, diantaranya :
(1) Bisa memakai do'a ini, dengan dibaca hanya 1x :



(2) Bisa memakai do'a ini, dengan dibaca 3x :



SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yg Maha Agung


  • I’TIDAL
I'tidal itu adalah gerakan badan atau bangkit berdiri sambil mengangkat tangan setelah ruku sambil membaca do'a, Dalam bacaan do'a i'tidal ini anda bisa memilih, bisa menggunakan beberapa bacaan do'a, diantaranya :
(1) Bisa Menggunakan do'a ini :




SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Artinya : Mudah-mudahan Allah Mendengar (Menerima) Pujian Orang Yg Memuji-Nya (& Membalasnya) Tuhan Kami Hanya Bagimulah Segala Pujian

(2) Bisa Menggunakan do'a ini :



(3) Bisa Menggunakan do'a ini :
رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ - See more at: http://khoiri-ludaiberbagi.blogspot.com/2011/10/bacaan-shalat-menurut-majelis-tarjih.html#sthash.Fh7Kzjjx.dpuf


  • SUJUD
Dalam bacaan do'a ruku ini anda bisa memilih, bisa menggunakan beberapa bacaan do'a, diantaranya :
(1) Bisa memakai do'a ini, dengan dibaca hanya 1x :



(2) Bisa memakai do'a ini, dengan dibaca 3x :

SUBHAANA RABBIYAL A'LAA
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yg Maha Tinggi
  • DUDUK DIANTARA DUA SUJUD

ALLAHMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAHDINII WARZUQNII
Artinya: Ya Tuhanku ! Ampunilah Saya, Kasihanilah Saya, Cukupkanlah (Kekurangan)-Ku, Berilah Saya Pedoman dan Berilah Saya Rezki
  • TASYAHUD AWAL
Dalam Tasyahud Awal Anda Bisa Memilih Dalam Mengunakan Doa, Kali Ini Saya Merekomendasikan Do'a yang ini, (dan Masih Ada Do'a Yang Lain), Alasannya Sumbernya di Ambil Dari Hadits Shohih, Insyallah :
 
Kemudian Membaca : 
 
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. - See more at: http://khoiri-ludaiberbagi.blogspot.com/2011/10/bacaan-shalat-menurut-majelis-tarjih.html#sthash.Fh7Kzjjx.dpuf
  • TASYAHUD AKHIR
Bacaan Tasyahud awal dan akhir itu ada kesamaan hanya beda setelah sholawat kepada Nabi nya saja.
Dalam Tasyahud Awal Anda Bisa Memilih Dalam Mengunakan Doa, Kali Ini Saya Merekomendasikan Do'a yang ini, (dan Masih Ada Do'a Yang Lain), Alasannya Sumbernya di Ambil Dari Hadits Shohih, Insyallah :
 
Kemudian Membaca :
Kemudian Membaca :  
Dalam membaca do'a ini bisa memilih doa, diantaranya :
(1) bisa menggunakan do'a ini 
(2) bisa menggunakan do'a ini 
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. - See more at: http://khoiri-ludaiberbagi.blogspot.com/2011/10/bacaan-shalat-menurut-majelis-tarjih.html#sthash.Fh7Kzjjx.dpuf
  • SALAM
Dalam Bacaan Salam diucapkan 2x yaitu : Sambil Menengok ke kanan 1x dan menengok ke kiri 1x,
ini bacaannya : 

Tambahan Pembahasan

Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

Meninggalkan rukun shalat ada dua bentuk.

Pertama: Meninggalkannya dengan sengaja. Dalam kondisi seperti ini shalatnya batal dan tidak sah dengan kesepakatan para ulama.

Kedua: Meninggalkannya karena lupa atau tidak tahu. Di sini ada tiga rincian,

Jika mampu untuk mendapati rukun tersebut lagi, maka wajib untuk melakukannya kembali. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama.
Jika tidak mampu mendapatinya lagi, maka shalatnya batal menurut ulama-ulama Hanafiyah. Sedangkan jumhur ulama (mayoritas ulama) berpendapat bahwa raka’at yang ketinggalan rukun tadi menjadi hilang.
Jika yang ditinggalkan adalah takbiratul ihram, maka shalatnya harus diulangi dari awal lagi karena ia tidak memasuki shalat dengan benar.
Rukun pertama: Berdiri bagi yang mampu
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلِّ قَائِمًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakanlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, maka kerjakanlah dengan tidur menyamping.”[1]

Rukun kedua: Takbiratul ihram
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Pembuka shalat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ”[2]

Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah ucapan takbir “Allahu Akbar”. Ucapan takbir ini tidak bisa digantikan dengan ucapakan selainnya walaupun semakna.

Rukun ketiga: Membaca Al Fatihah di Setiap Raka’at
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada shalat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.”[3]

Rukun keempat dan kelima: Ruku’ dan thuma’ninah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang jelek shalatnya (sampai ia disuruh mengulangi shalatnya beberapa kali karena tidak memenuhi rukun),

ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا

“Kemudian ruku’lah dan thuma’ninahlah ketika ruku’.”[4]

Keadaan minimal dalam ruku’ adalah membungkukkan badan dan tangan berada di lutut.

Sedangkan yang dimaksudkan thuma’ninah adalah keadaan tenang di mana  setiap persendian juga ikut tenang. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang jelek shalatnya sehingga ia pun disuruh untuk mengulangi shalatnya, beliau bersabda,

لاَ تَتِمُّ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ حَتَّى يُسْبِغَ  … ثُمَّ يُكَبِّرُ فَيَرْكَعُ فَيَضَعُ كَفَّيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِىَ

“Shalat tidaklah sempurna sampai salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu, … kemudian bertakbir, lalu melakukan ruku’ dengan meletakkan telapak tangan di lutut sampai persendian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.”[5]

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa thuma’ninah adalah sekadar membaca dzikir yang wajib dalam ruku’.

Rukun keenam dan ketujuh: I’tidal setelah ruku’ dan thuma’ninah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang jelek shalatnya,

ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا

“Kemudian tegakkanlah badan (i’tidal) dan thuma’ninalah.”[6]

Rukun kedelapan dan kesembilan: Sujud dan thuma’ninah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang jelek shalatnya,

ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا

“Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud.”[7]

Hendaklah sujud dilakukan pada tujuh bagian anggota badan: [1,2] Telapak tangan kanan dan kiri, [3,4] Lutut kanan dan kiri, [5,6] Ujung kaki kanan dan kiri, dan [7] Dahi sekaligus dengan hidung.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ – وَالْيَدَيْنِ ، وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: [1] Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), [2,3] telapak tangan kanan dan kiri, [4,5] lutut kanan dan kiri, dan [6,7] ujung kaki kanan dan kiri. ”

Rukun kesepuluh dan kesebelas: Duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا

“Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud. Lalu bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah ketika duduk. Kemudian sujudlah kembali dan thuma’ninalah ketika sujud.”[8]

Rukun keduabelas dan ketigabelas: Tasyahud akhir dan duduk tasyahud
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ …

“Jika salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, maka ucapkanlah “at tahiyatu lillah …”.”[9]

Bacaan tasyahud:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“At tahiyaatu lillah wash sholaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin. Asy-hadu an laa ilaha illallah, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.” (Segala ucapan penghormatan hanyalah milik Allah, begitu juga segala shalat dan amal shalih. Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dengan segenap karunia-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya) [10]

Apakah bacaan tasyahud “assalamu ‘alaika ayyuhan nabi” perlu diganti dengan bacaan “assalaamu ‘alan nabi”?

Al Lajnah Ad Da-imah (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) pernah ditanya,

“Dalam tasyahud apakah seseorang membaca bacaan “assalamu ‘alaika ayyuhan nabi” atau  bacaan “assalamu ‘alan nabi”? ‘Abdullah bin Mas’ud pernah mengatakan bahwa para sahabat dulunya sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, mereka mengucapkan “assalamu ‘alaika ayyuhan nabi”. Namun setelah beliau wafat, para sahabat pun mengucapkan “assalamu ‘alan nabi”.

Jawab:

Yang lebih tepat, seseorang ketika tasyahud dalam shalat mengucapkan “assalamu ‘alaika ayyuhan nabi wa rohmatullahi wa barokatuh”. Alasannya, inilah yang lebih benar yang berasal dari berbagai hadits. Adapun riwayat Ibnu Mas’ud mengenai bacaan tasyahud yang mesti diganti setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat –jika memang itu benar  riwayat yang shahih-, maka itu hanyalah hasil ijtihad Ibnu Mas’ud dan tidak bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang ada. Seandainya ada perbedaan hukum bacaan antara sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan setelah beliau wafat, maka pasti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang akan menjelaskannya pada para sahabat.

(Yang menandatangani fatwa ini adalah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz sebagai Ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud dan ‘Abdullah  bin Ghodyan sebagai anggota)[11]

Rukun keempatbelas: Shalawat kepada Nabi setelah mengucapkan tasyahud akhir[12]
Dalilnya adalah hadits Fudholah bin ‘Ubaid Al Anshoriy. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang yang berdo’a dalam shalatnya tanpa menyanjung Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mengatakan, “Begitu cepatnya ini.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan orang tadi, lalu berkata padanya dan lainnya,

إذا صلى أحدكم فليبدأ بتمجيد الله والثناء عليه ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بعد بما شاء

“Jika salah seorang di antara kalian hendak shalat, maka mulailah dengan menyanjung dan memuji Allah, lalu bershalawatlah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berdo’a setelah itu semau kalian.”[13]

Bacaan shalawat yang paling bagus adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa barrokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”[14]

Rukun kelimabelas: Salam
Dalilnya hadits yang telah disebutkan di muka,

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ”[15]

Yang termasuk dalam rukun di sini adalah salam yang pertama. Inilah pendapat ulama Syafi’iyah, Malikiyah dan mayoritas ‘ulama.

Model salam ada empat:

Salam ke kanan “Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah”, salam ke kiri “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
Salam ke kanan “Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah wa barokatuh”, salam ke kiri “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
Salam ke kanan “Assalamu ‘alaikum wa rohmatullah”, salam ke kiri “Assalamu ‘alaikum”.
Salam sekali ke kanan “Assalamu’laikum”.[16]
Rukun keenambelas: Urut dalam rukun-rukun yang ada
Alasannya karena dalam hadits orang yang jelek shalatnya, digunakan kata “tsumma“ dalam setiap rukun. Dan “tsumma” bermakna urutan.[17]

Semoga bermanfaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id
[1] HR. Bukhari no. 1117, dari ‘Imron bin Hushain.
[2] HR. Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 301.
[3] HR. Bukhari no. 756 dan Muslim no. 394, dari ‘Ubadah bin Ash Shomit
[4] HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397.
[5] HR. Ad Darimi no. 1329. Syaikh Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.
[6] Sudah disebutkan takhrijnya.
[7] Idem
[8] Idem
[9] HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402, dari Ibnu Mas’ud.
[10] HR. Bukhari no. 6265 dan Muslim no. 402.
[11] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 8571, juz 7, hal. 11, Mawqi’ Al Ifta’.
[12] Point ini adalah tambahan dari Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz, ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi Al Kholafiy, hal. 89, Dar Ibni Rojab, cetakan ketiga, tahun  1421 H.
[13] Riwayat ini disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Fadh-lu Shalat ‘alan Nabi, hal. 86, Al Maktabah Al Islamiy, Beirut, cetakan ketiga 1977.
[14] HR. Bukhari no. 4797 dan Muslim no. 406, dari Ka’ab bin ‘Ujroh.
[15] HR. Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 301.
[16] Lihat Sifat Shalat Nabi, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 188, Maktabah Al Ma’arif.
17 Pembahasan rukun shalat ini banyak disarikan dari penjelasan Syaikh Abu Malik dalam kitab Shahih Fiqh Sunnah terbitan Al Maktabah At Taufiqiyah.
Sumber: https://muslim.or.id/6361-rukun-rukun-shalat.html

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. - See more at: http://khoiri-ludaiberbagi.blogspot.com/2011/10/bacaan-shalat-menurut-majelis-tarjih.html#sthash.Fh7Kzjjx.dpuf

Ayat Kursi Arab, Latin, Arti dan Terjemahan (Indonesia & Inggris)

Tafsir Ayat Kursi dan Kandungan Ayat Serta Keutamaan Membaca Ayat Kursi. Sahabat Adin Blog yang saya hormati, terima kasih atas kepercayaan Anda semua yang telah menjadikan situs ini sebagai salah satu media berbagi ilmu, referensi, dan wawasan keislaman. Pada kesempatan kali ini, penulis kembali menghadirkan sebuah posting religi Islami yang membahas secara lengkap tentang Tafsir Ayat Kursi, kandungan maknanya, serta keutamaan membaca Ayat Kursi.

Ayat Kursi berbeda dengan Hadits Qudsi. Hadits Qudsi adalah firman Allah yang maknanya berasal dari Allah, namun redaksinya dari Rasulullah ﷺ dan tidak tercantum dalam mushaf Al-Qur’an. Biasanya ditandai dengan lafaz “Qāla Allāhu Ta‘ālā” dalam hadits.

Adapun Ayat Kursi adalah firman Allah ﷻ yang secara langsung tercantum dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Al-Baqarah ayat 255. Ayat ini memiliki kedudukan yang sangat agung hingga Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur’an.

Mengapa Ayat Kursi memiliki keutamaan yang luar biasa? Apa makna dan kandungan tauhid yang terkandung di dalamnya? Para ulama tafsir, khususnya Ibnu Katsir rahimahullah, menjelaskan ayat ini secara mendalam dalam kitab Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim, yang dikenal luas sebagai Tafsir Ibnu Katsir. Selain menjelaskan maknanya, beliau juga menerangkan berbagai keutamaan dan manfaat besar bagi siapa saja yang membacanya.

Murotal Ayat Kursi Yang Merdu 


Ayat Kursi terdiri dari sepuluh penggal kalimat yang sarat dengan nilai tauhid, pengagungan terhadap Allah, dan penegasan keesaan-Nya. Di dalamnya terdapat:
  • Lima Asma’ul Husna
  • Lebih dari dua puluh sifat Allah
  • Penegasan kesempurnaan kekuasaan dan ilmu Allah
  • Penjagaan dan perlindungan bagi orang yang membacanya
Allah ﷻ dengan hikmah-Nya menjadikan sebagian ayat lebih utama dari yang lain. Jika surat paling agung adalah Al-Fatihah, maka ayat paling agung adalah Ayat Kursi.

Ubay bin Ka‘b radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wahai Abul Mundzir, tahukah engkau ayat apa di dalam Kitab Allah yang paling agung?”
Aku menjawab, “Allāhu lā ilāha illā huwa al-Ḥayyul Qayyūm.”
Maka Rasulullah ﷺ menepuk dadaku dan bersabda:
“Semoga Allah memberimu keberkahan ilmu, wahai Abul Mundzir.”
(HR. Muslim no. 810)

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh Allah dari gangguan setan hingga pagi hari (HR. Al-Bukhari no. 2187).

Bahkan dalam hadits yang shahih disebutkan:

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.”
(HR. Ath-Thabrani, dishahihkan Al-Albani)

Karena itu, Ayat Kursi dianjurkan dibaca:
  • Setelah shalat wajib
  • Dalam dzikir pagi dan petang
  • Sebelum tidur

Tafsir dan Kandungan Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Allah menegaskan kalimat tauhid bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Al-Hayyu berarti Maha Hidup dengan kehidupan yang sempurna, sedangkan Al-Qayyum berarti Maha Berdiri Sendiri dan mengatur seluruh makhluk.

لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
Allah Maha Suci dari sifat lemah seperti mengantuk dan tidur. Pengawasan-Nya sempurna dan tidak pernah lalai.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
Segala sesuatu adalah milik Allah dan berada di bawah kekuasaan-Nya.

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
Tidak ada syafaat kecuali dengan izin dan ridha Allah.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
Ilmu Allah meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan.

وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
Manusia tidak mengetahui apa pun kecuali yang Allah kehendaki.

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Ibnu Abbas menafsirkannya sebagai tempat kedua telapak kaki Allah, sesuai dengan keagungan-Nya tanpa menyerupai makhluk.

وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا
Menjaga langit dan bumi tidak memberatkan Allah sedikit pun.

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah Maha Tinggi dan Maha Besar, baik dalam dzat, kedudukan, dan kekuasaan-Nya.

Ayat Kursi Terjemahan Bahasa Inggris

Allah! There is no deity except Him, the Ever-Living, the Sustainer of existence.
Neither drowsiness overtakes Him nor sleep.
To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth.
Who is it that can intercede with Him except by His permission?
He knows what is before them and what will be after them,
and they encompass not a thing of His knowledge except for what He wills.
His Kursi extends over the heavens and the earth,
and their preservation tires Him not.
And He is the Most High, the Most Great.

 Keutamaan Membaca Ayat Kursi & Kesimpulan 
  • Melindungi dari gangguan setan
  • Menjadi penjaga rumah dan diri
  • Menambah ketenangan hati
  • Menguatkan tauhid kepada Allah SWT
  • Ayat Kursi adalah ayat paling agung dalam Al-Qur’an
  • Disunnahkan dibaca setelah shalat, pagi–petang, dan sebelum tidur
  • Penegasan tauhid yang murni
  • Penetapan nama dan sifat Allah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah
  • Ilmu dan kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu
  • Kesalahan keyakinan bahwa Allah ada di mana-mana
  • Bukti keagungan dan kemuliaan Allah ﷻ
Ayat Kursi adalah ayat yang mengandung makna tauhid paling lengkap, menjadi benteng keimanan, dan sumber ketenangan bagi siapa saja yang mengamalkannya. Sangat dianjurkan membaca ayat kursi
  • Setelah sholat fardhu</li>
  • Sebelum tidur</li>
  • Ketika merasa gelisah atau takut
Selain membaca Ayat Kursi, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir sebagai amalan harian, Ayat Kursi juga sering dibaca bersama Surat Yasin dalam berbagai amalan dan ibadah.
Ayat Kursi dianjurkan dibaca setelah sholat fardhu 5 waktu sebagai bentuk dzikir setelah sholat

Pengunjung