Contoh Proposal Sampah | Pengelolaan Sampah Mandiri Metode 3 R | Yang Baik dan Benar 2014..!!

Selayang pandang
Pengelolaan Sampah Mandiri metode 3R
Gurun Melati

RW 04 Cikalang Girang
Kel.Kahuripan Kec.Tawang
Kota Tasikmalaya


Disusun oleh :
Ketua Pengelolaan Sampah Mandiri
RW 04 Cikalang Girang
Tahun 2014


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke khadirat Allah SWT, Alhamdulillah kami dapat menyusun laporan Pengelolaan Sampah Mandiri dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan RW 04 Cikalang Girang Kel.Kahuripan Kec.Tawang Kota Tasikmalaya. Walaupun yang kami lakukan baru sebagian dari yang ditargetkan, mudah-mudahan dapat dijadikan suatu pola dalam mencari permasalahan dampak lingkungan yang diakibatkan dari sampah khususnya di Kota Tasikmalaya.

Kami ucapkan terima kasih kepada:
  1. Dinas Ciptakarya Kota Tasikmalaya yang telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan Pengolahan Sampah Mandiri di Kota Tasikmalaya.
  2. Bapak Ir.Ferry Perdiansyah yang telah membimbing dan memberi penyuluhan dalam pelaksanaanya.
  3. Para pengurus RW, Ketua RT, Kader yang telah berkomitmen dan bekerja untuk melaksanakan Pengelolaan Sampah Mandiri.
  4. Warga masyarakat yang telah berpartisipasi dan berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Mandiri.
Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan menjadi amal soleh yang diterima Allah SWT,dem menyelamatkan lingkungan yang kita cintai.

Tasikmalaya, Juli 2013
Penyusun Ketua Pengelolaan Sampah Mandiri
RW 04 Cikalang Girang

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kegiatan
Masalah pencemaran lingkungan merupakan masalah yang kembali mencuat akhir-akhir dan menjadi beban serta permasalahan serius dihampir seluruh pemerintah Kabupaten/Kota. Maslah tersebut muncul disebabkan karena sampah (khususnya sampah perkotaan) yang tidak tertangani denga baik. Rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan lahan TPA, serta keterbatasan kemampuan APBN/APBD dalam pembiayaan menjadi factor pendukung yang mengakibatkan semakin kompleksnya masalah sampah tersebut. Kendala keterbatasan pendanaan APBN/APBD, mengakibatkan harus dilakukannnya upaya pencarian alternative penanganan persampahan dengan tidak mengandalkan pendanaan dari Pemerintah. Untuk itu perlu kajian khusus penanganan persampahan oleh pihak swasta/badan usaha maupun masyarakat. Melihat kondisi tersebut, ternyata penanganan sampah perkotaan tidak dapat menjadi hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi idealnya masalah penanganan sampah juga menjadi tanggung jawab masyarakat itu sendiri sebagai penghasil sampah. Karena pada dasarnya masyarakat mempunyai potensi besar dalam memberikan kontribusinya dalam hal pengolahan sampah.

Oleh karena itu akses masyarakat khususnya terhadap semua informasi yang berhubungan dengan peningkatan pemahaman terhadap pengolahan sampah harus ditingkatkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan masyarkat pada setiap tahapan proses penanganan sampah mulai dari proses pewadahan, pegumpulan hingga ke pembuangan dimana di tiap-tiap proses tersebut dilakukan dengan upaya-upaya minimalisasi jumlah timbunan sampah.

B. Dasar Kegiatan
Kegiatan ini merupakan program yang didasari atas visi dan misi Kota Tasikmalaya serta program pemerintah mengenai pemberdayaan masyarakat dalam menangani permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya, yang digulirkan melalui Dinas Ciptakarya.

C. Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan Pengelolaan Sampah Mandiri adalah sebagai berikut.
  • Merubah paradigma masyarakat dalam hal menyikapi sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.
  • Membiasakan masyarakat memilah-milah sampah di rumah tangga.
  • Meminimalisir pembuangan sampah yang dibuang ke TPA.
  • Memberikan pembelajaran pada masyarakat dalam hal mengolah/mendaur ulang sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.
  • Ikut serta membantu pemerintah dalam penanganan masalah sampah yang terjadi di Kota Tasikmalaya.
D. Sistem Pengelolaan Sampah
Sistem pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Cikalang Girang yaitu pengelolaan dengan 3R (Reduce, Reuse, dan Rcycle) antara lain sebagai berikut
  • Sampah dijemput dari rumah-rumah oleh petugas yang sudah ditunjuk.
  • Sampah basah (organic) misalnya : sisa makanan, sayuran, daun diolah menjadi kompos.
  • Sampah kering (anorganik) dipilah dan diolah dengan cara sebagai berikut :
  • - Sampah yang punya nilai ekonomis (misalnya: plastik, kertas, botol minuman dan lain-lain dijual ke Bandar.
  • - Mendaur ulang, misalnya bungkus kopi atau yang sejenisnya dibuat menjadi kerajinan tangan seperti kantong, amparan dan lain-lain.
  • - Sampah residu (pecahan kaca, bohlam, dll) dibuang ke TPA.
  • Sistem yang dipakai di Pengelolaan sampah Gurun Melati system sodaqoh sampah, jadi seluruh system penjualan diatur oleh pengelola dengan persentase 70% untuk pengelola 30% untk pemeliharaan alat dan bak sampah.
E. Kepanitian
Dalam pengelolaan sampah dibentuk kepanitiaan sebagai berikut :
Penanggung jawab : H.Oma Hermawan (Ketua RW)
Pembina : Drs.H.Waryono,SmHK.
Ketua : Aep Saepulloh
Sekretaris : Koryati
Bendahara : Suparman
Humas : Yayat
Koord. Pengolahan sampah basah : Mamat
Koord. Pengolahan sampah kering : Eko Cahyono
Koord. Daur Ulang : Nurhayati

F. Program Kegiatan
1. Pembuatan bak sampah ukuran 3 x 10 m
2. Pembuatan koposter komunal
3. Kegiatan sosialisasi ke Kader,Tokoh masyarakat
4. Penyuluhan/sosialisasi pemilahan sampah ke warga
5. Penyuluhan/sosialisasi penggunaan komposter rumah tangga.
6. Pembuatan dan pengolahan kompos dari hasil komposter rumah tangga dan komunal
7. Pembuatan kerajinan dari sampah Aluminium Foil (Bungkus kopi, bungkus detergen)
8. Pembuatan Kerajinan sapu dari dari botol Aqua
9. Pembuatan komposter komunal Sampah dedaunan

G. Data Penduduk RW 04 Cikalang Girang
RW 04 Cikalang Girang terdiri dari 9 RT dengan jumlah kk sebbagai berikut :
RT 01 = 56 KK
RT 02 = 42 KK
RT 03 = 96 KK
RT 04 = 60 KK
RT 05 = 61 KK
RT 06 = 87 KK
RT 07 = 52 KK
RT 08 = 47 KK
RT 09 = 24 KK +
525 KK

H. Pemasaran
Untuk kompos belum bisa kami pasarkan baru bisa dimanfaatkan ole warga sekitar Gurun Melati.
Untuk sampah anyaman alluminium foil (bungkus kopi) sudah bisa dipasarkan melalui pasar kaget terdekat dan mengikuti expo yang diselenggerakan oleh dinas ciptakarya dan tasik fair yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya.

Untuk sampah kering, pemasaran bisa dilakukan 2 kali dali sebulan dengan memanggil Bandar barang bekas/rogsokan.

PELAKSANAAN KEGIATAN
Langkah-langkah yang dilakukan ketua RW 04 agar pelaksanaan Pengelolaan Sampah Mandiri berjalan dengan baik adalah sebagai berikut :
  1. Mengadakan urun rembug dengan para Ketua RT, Pengurus RW, dan Kader untuk berkomitmen melaksanakan Pengelolaan Sampah Mandiri dan pembentukan pengurus pengelola sampah.
  2. Membuat gudang sampah kering yang diberi nama Gurun (Gudang Runtah) Melati dan roda angkutan dengan dana bantuan dari Dinas Cipta Karya Kota Tasikmalaya ditambah swadaya.
  3. Pendekatan dan memberi pemahaman kepada para tokoh/sesepuh masyarakat untuk mendapatkan dukungan mengenai program pengelolaan sampah mandiri.
  4. Memberikan pemahaman kepada warga mengenai pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
  5. Mengajak kepada warga masyarkat melalui acara pengajian, rapat RT, atau diacara lain untuk melaksanakan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R
  6. Memberikan penjelasan mengenai penggunaan komposter aerob ke warga.

Pengunjung