Makalah Kepemimpinan | Kepemimpinan dan Unsur yang Mendukungnya | Strategic Planning | Manajemen Aksi..!!

Makalah Kepemimpinan
C. Strategic Plannin
Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner , 2001 ).

Perencanaan strategis membantu kita untuk menentukan prioritas, memilih suatu tindakan atau aksi, serta mengalokasikan sumber daya yang ada. Keuntungan yang didapat dari melakukan perencanaan strategi adalah meningkatkan kinerja, memecahkan masalah utama, dan mengkomunikasikan apa yang penting. Strategi biasanya dilakukan secara mundur, maksudnya dalam merencanakan suatu strategi biasanya kita memulainya dengan haasil yang ingin dicapai lalu merencanakan bagaimana hal itu dapat tercapai.

Strategi dilakukan karena adanya misi dan dan visi. Misi adalah tindakan untuk mencapai suati visi, sedangkan visi adalah gambaran masa depan organisasi.

D. Manajemen Aksi
Manajemen secara umum manajemen memiliki pengertian pengelola potensi atau isi di dalam sebuah wadah atau komunitas. Aksi berasal dari kata “Action” yang bermakna “ Gerak”, Gerakan adalah berpindahnya energi, volume, tempat dan waktu dari kondisi semula menuju kondisi kemudian. Aksi di dalam dunia organisasi pergerakan dapat diterjemahkan sebagai segala pikiran dan perbuatan/tindakan yang mengarah pada capaian-capaian terhadap tujuan perjuangan itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen aksi merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengatur suatu massa aksi agar tetap terkoordinir dan sesuai dengan rencana dan target awal hingga mencapai hasil yang diinginkan.

Aturan umu dalam melakukan aksi adalah UU. NO. 9 TAHUN 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Beberapa hal; penting dalam undang-undang ini :

1. Penyampaian pendapat dimuka umum tidak boleh dilaksanakan ditempat tertentu, antara lain Istana Presiden (Radius 100m), tempat ibadah (Radius 150 m), Instalasi militer dan obyek vital nasional (Radius 500 m) dari pagar luar.
Dilarang membawa benda-benda yang membahayakan keselamatan umum (Sajam, Molotov, dll)
Menyampaikan laporan atau pemberitahuan tertulis kepada pihak kepolisian setempat
Surat pemberitahuan memuat tentang tujuan dan maksud aksi, waktu dan acara, rute, jumlah massa, penanggung jawab aksi dimana dalam UU ini 100 massa 1 orang penanggung jawab.

Dalam melaksanakan aksi, harus mempertimbangkan beberapa hal penting. baik perangkat yang mesti dipersiapkan maupun tahapan-tahapan yang harus dilalui bersama. Aksi memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui, antar lain:

a. Pra Aksi
1. Persiapan dan pematangan issue
2. Menyusun Tim Aksi

Perangkat aksi adalah bagian kerja partisipan massa aksi. Perangkat massa aksi disesuaikan dengan kebutuhan, biasanya diperlukan perangkat sebagai berikut:

1. Koordinator lapangan.
Korordinator lapangan bertugas memimpin aksi di lapangan, berhak memberikan instruksi kepada peserta aksi/massa. Keputusan untuk memulai ataupun membubarkan /mengakhiri massa aksi ditentukan oleh coordinator lapangan.

2. Orator
Orator adalah orang yang bertugas menyampaikan tuntutan-tuntutan massa aksi dalam bahasa orasi, serta menjadi agitator yang membakar semangat massa.

3. Humas
Perangkat aksi yang bertugas menyebarkan seluas-luasnya perihal massa aksi kepada pihak-pihak berkepentingan, terutama pers.

4. Negosiator
Negosiator berfungsi sesuai dengan target dan sasaran aksi. Misalnya pendudukan gedung DPR/DPRD sementara target tersebut tidak dapat tercapai karena dihalangi aparat keamanan, maka negosiator dapat mendatangi komandannya dan melakukan negosiasi agar target aksi dapat tercapai. Karenanya seorang negosiator hendaknya memiliki kemampuan diplomasi.

5. Kurir (menjembatani komunikasi antara massa aksi dengan massa aksi lain).
6. Advokasi (memberi perlindungan hukum apabila tjd chaos).
7. Asisten teritorial/keamanan/sweaper/dinamisator lapangan/intelejen.
8. Logistic dan medical rescue.
9. Dokumentasi.
10. Tim kreatif.
11. Membuat press release (Berisikan pesan dan tuntutan dari isu yang telah dibahas).
12. Mengumpulkan massa (estimasi).
13. Menghubungi media.
14. Mempersiapkan perangkat / kelengkapan aksi (spanduk, bendera, press release,perangkat dokumentasi, poster, , pengeras suara seperti TOA dan mobil sound system, dan identitas peserta aksi, dan failitas teatrical.)
15. Skenario dan pembagian peran
16. Menghubungi pihak kepolisian untuk perizinan

Dalam tahapan inilah peran, fungsi dari perangkat aksi diaplikasikan sesuai dengan tugas masing-masing, komunikasi serta koordinasi antar perangkat aksi tidak boleh terputus karena perubahan situasi di lapangan sangatlah cepat, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dalam suatu aksi dapat dihindari, misalnya : Provokasi, Infiltran, Represif aparat, Chaos.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan aksi yakni :
a. Membagikan pesan yang telah dibuat, seperti pamflet dan leaflet.
Berorasi dalam perjalanan dan di tempat tujuan akhir, orasi adalah bagian dari penyampaian pesan aksi kepada masyarakat luas.
Yel-yel dan menyanyikan lagu. Sebagai penyemangat massa aksi dan mendominasi/ menguasai suasana/ keadaan (situasi dan kondisi).
Audiensi ke pihak yang dituju, dilakukan oleh perangkat aksi yang telah ditunjuk, negosiator maupun yang jago dalam beraudiensi.
Pembacaan press release. Hal ini biasanya dilakukan pada akhir aksi dan diharapkan dapat diliput media agar pesan yang kita bawa dapat tersampaikan kepada khalayak luas.

Pasca Aksi :
1. Absensi, sebagai pemastian terhadap jumlah peserta aksi yang terlibat selama pelaksanan aksi.
Evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari aksi
Rekomendasi, dari hasil-hasil yang telah dicapai melalui aksi dapat dikerangkakan menjadi sebuah masukan untuk gerakan yang akan dilaksanakan selanjutnya.
Manajemen aksi merupakan sebuah sistem dan mekanisme (persiapan, masa, waktu aksi, evaluasi serta tindak lanjut) yang jelas secara konkret dalam sebuah aksi baik masa maupun kelompok.

Pengunjung