Makalah Asuhan Keperawatan Pada Tn. E Dengan Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah Akibat Skizofreum Paranoid

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. A
DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH
AKIBAT SKIZOFREUM PARANOID
DI RUANG NAKULA RSMM BOGOR
PENGKAJIAN
1.      Biodata
a.       Identitas
Nama                                      :  Tn. A
Umur                                      :  36 Tahun
Jenis Kelamin                         :  Laki-laki
Agama                                    :  Islam
Pendidikan                             :  Kejar Paket B
Status                                     :  Duda
Bangsa/Suku                          :  Sunda
Alamat                                   :  Kp. Ciwalahilir Rt. 01/Rw. 01
                                                  Desa Mekarsari Kec. Ciracapap
                                                  Kab. Sukabumi
Tanggal Masuk                       :  28 – 12 - 2008
Tanggal Pengkajian                :  06 – 01 - 2009
No RM                                   :  13.9691
Diagnosa Modis                     :  Skizoprodia Paranoid
b.      Identitas Penanggung Jawab
Nama                                      :  Tn. H
Umur                                      :  37 tahun
Jenis Kelamin                         :  Laki-laki
Pekerjaan                                :  Buruh
Alamat                                   :  Kp. Ciwalahilir Rt. 01/Rw. 01
                                                  Desa Mekarsari Kec. Ciracapap
                                                  Kab. Sukabumi
Hubungan dengan Klien        :  Kakak
2.      Alasan Masuk
Klien masuk ke RSMM dibawa oleh keluarganya karena di rumahnya klien marah-marah, merusak Alat Rumah Tangga (ART), mengurung diri, mengancam, bicara dan tertawa sendiri (menurut buku status).
Klien mengatakan dibawa ke RSMM oleh kakaknya karena di rumahnya klien suka marah-marah dan memukul temannya karena di PHK (menurut pengakuan klien).
3.      Faktor Prediposisi
a.       Riwayat Gangguan Jiwa Sebelumnya
Klien mengalami gangguan jiwa sejak dua bulan yang lalu denan menunjukkan gejala gangguan jiwa, klien suka marah-marah, Merusak Alat Rumah Tangga (ART), mengancam, bicara dan tertawa sendiri.
b.      Riwayat Pengobatan
Klien baru sedikit kali ini, sebelumnya klien hanya berobat ke alternatif.
c.       Riwayat Aniaya
Menurut pengakuan klien, klien mengatakan belum pernah ada orang yang menganiaya dirinya.
d.      Riwayat Gangguan Jiwa pada Keluarga
Dalam keluarga klien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa, hanya klien yang pertama kali mengalami gangguan jiwa dalam keluarganya.
e.       Pengalaman Masa Lalu yang Tidak Menyenangkan
Pada saat dikaji tentang pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, klien mengatakan pernah di PHK tanpa alasan sehingga dia melakukan prilaku kekerasan yaitu dengan memukul pundak salah seorang temannya.
4.      Fisik
a.      Tanda Vital          =  TD= 130/90 mmHg, N= 80 x/m, S = 360C, P= 23
b.      Ukuran                 =  TB = 179 cm, BB= 67 kg
c.       Keluhan Fisik
Klien tidak mengeluh apa-apa
Masalah Keperawatan =  -
5.      Psikososial
a.       Genogram
 









Keterangan:
:  Perempuan

     46
 
:  Laki-laki
:  Usia Klien
:  Klien
:  Tinggal serumah
:  Laki-laki yang meninggal
:  Perempuan yang meninggal

Klien adalah seorang laki-laki, dia merupakan anak ke-5 dari 6 bersaudara, usia klien 46 tahun, berinisial I, dengan tinggal serumah dengan ibunya, dia seorang anak dari ibu A, pengambil keputusan adalah ibunya, klien pernah berkeluarga dan mempunyai anak satu dan sekarang sudah bercerai dengan istrinya.
Masalah keperawatan = Koping Keluarga tidak efektif.
b.      Konsep Diri
1)      Gambar diri/citra tubuh
Pada saat dikaji tentang bagian tubuh mana yang paling disukai “Klien mengatakan bagian muka” alasan klien kalau tanpa ada muka seseorang itu tidak akan pantas dan pasti menakutkan.
2)      Identitas
Klien mengatakan “Nama Saya Ikin,alamat Sukabumi, Saya adalahlaki-laki, dengan keadaan ini Saya bangga sekali menjadi laki-laki, karena laki-laki itu kuat”.
3)      Peran
Pada saat dikaji tentang klien menjawab, klien pernah berkeluarga, klien sebagai kepala keluarga, klien sekarang tidak bekerja lagi, klien di Rumah Sakit sebagai pasien.
4)      Ideal diri
Pada saat dikaji/ditanya tentan harapan dan cita-cita klien mengatakan kalau pulang dari RSMM klien ingin kerja untuk menafkahi anaknya.
5)      Harga diri
Pada saat ditanya klien merasa malu dengan keadaan sekarang karena telah masuk RSMM jiwa, dan tidak mampu menafkahi anaknya.
c.       Hambatan Sosial
a.       Orang yang dekat dengan klien yaitu ibunya karena ibunya sangat perhatian dan ibunya mau mengurus anak klien;
b.      Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat. Klien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan kelompok apapun dalam masyarakat, kecuali di rumah sakit klien mengikuti kegiatan pengajian;
c.       Hambatan dalam hubungan dengan orang lain. Klien mengatakan tidak pernah ada hambatan baik dengan keluarga, linkungan masyarakat dan lingkungan keluarganya pun sebelum dia di PHK, hambatan di Rumah Sakit klien juga mengatakan tidak ada hambatan untuk berinteraksi denan teman yang lainnya.
d.      Spiritual
a.       Nilai dan Keyakinan   :  Klien mengatakan beragama Islam
b.      Kegiatan Ibadah          :  Klien suka melakukan shalat 5 waktu dan mengikuti pengajian setiap hari Rabu.
c.       Masalah keperawatan  :  -
6.      Status Mental
a.       Penampilan
Penampilan klien cukup rapi, pakaian klien cukup bersih, gigi klien bersih, rambut rapi dan tidak berketombe, tidak berbau dan tidak bersisik atau berdaki.
Masalah keperawatan =  -
b.      Pembicaraan
Klien berbicara kooperetif, klien dapat menjawab pertanyaan perawat dengan baik dan jawabannya sesuai dengan pertanyaan.
Masalah keperawatan =  -
c.       Aktivitas Motorik
Klien tampak lesu, tidak mau melakukan kegiatan, hanya duduk mengikuti kegiatan harus dimotivasi.
Masalah keperawatan =  penurunan motivasi.
d.      Alam Perasaan
Klien merasa sedih karena klien ingin pulang teringat sana anaknya dan keluarga belum juga menjenguknya dan membawa pulang.
e.       Afek
Pada saat dikaji afek klien sesuai denan keadaan, kalu diberi cerita sedih, waja klien ikut sedih, dan kalau diberi cerita menyenangkan wajah klien juga ikut senang.
f.       Interaksi Selama Wawancara
Selama berinteraksi klien kooperatif, klien mau menjawab pertanyaan , kontak mata ada tetapi kadang juga memalingkan muka.
g.      Persepsi
Pada saat dikaji klien mengatakan 1 bulan yang lalu perna mendengar suara yang menyuruh kebaikan, tetapi pada saat dikaji klien tidak tampak halusinasi
Masalah keperawatan =  gangguan persepsi sensorik halusinasi. Dengar.
h.      Proses Pikir
Klien baik, klien menjawab semua pertanyaan.
i.        Isi Pikir
Pada saat pengkajian tidak ditemukan kelainan isi pikir dan juga tidak ditemukan waham.
Masalah keperawatan =  -
j.        Tingkat Kesadaran
Pada saat dilakukan pengkajian, klien terkadang terlihat bingung apa yang dirasakan sekarang.
Masalah keperawatan =   -
k.      Memori
-          Memori jangka panjang : Klien masih ingat saat dibawa ke RS sama kakaknya karena di rumah dia mara-marah dan memukul salah satu temannya.
-          Memori jangka pendek : klien kemarin mengikuti TAK, tadi pagi makan, senam pagi, klien mengatakan saat ini lagi di Rumah Sakit.
Masalah keperawatan =  -
l.        Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
Tingkat konsentrasi klien cukup bagus, terbukti klien bisa menjawab pertanyaan dengan baik, dan klien juga bisa berhitung dengan baik dan benar sesuai dengan pertambahan yang diberikan.
m.    Kemampuan Penilaian
Klien mampu mengambil keputusan yang sederhana dan perlu motivasi misalnya diberi kesempatan untuk memilih mandi dulu atau makan dulu.
n.      Daya Tilik Diri
Pada saat dikaji klien mengatakan bahwa dirinya sedang dirawat di RSJ Mastuki Mahdi dan kapan menyadari bahwa dirinya sakit.
Masalahh keperawatan =  -
7.      Kebutuhan Persiapan Pulang
a.       Makan
Klien dapat menyebutkan makan 3x sehari, jumlahnya 1 piring dan tanpa bantuan.
b.      BAB/BAK
Klien mengatakan BAB 1- 2x sehari dan BAK 3-4x sehari di WC dan dibersihkan.
c.       Mandi
Klien mengatakan mandi 2x sehari, kadang-kadang menggunakan sabun dan dilakukan secara mandiri.
d.      Berpakaian/berhias
Klien melakukann ganti baju, 2x sehari, klien memakai pakaian layaknya seorang laki-laki, klien melakukanya dengan mandiri.
e.       Istirahat dan Tidur
Klien mengatakan suka tidur siang dari jam 14.00 – 16.00 WIB dan malam hari diatur dari jam 19.00 – 05.00 WIB.
f.       Penggunaan Obat
Klien minum obat setelah makan, klien minum obat 3x sehari dengan bantuan dari perawat, obat yang diberikan yaitu:
-          Halloperidol  3x5 mg
-          Trioxypenidic 3x2 mg.
g.      Pemeliharaan Kesehatan
Klien minum obat secara teratur dan diawasi oleh perawat.
h.      Aktivitas di dalam rumah
Klien mengatakan di rumah jarang melakukan kegiatan apapun dengan alasan istri yang mengerjakan, setelah cerai di Rumah Sakit klien membereskan tempat tidur.
i.        Aktivitas di luar rumah
Klien suka bercocok tanam, klien bekerja.
8.      Mekanisme Koping
Bila punya masalah klien suka memandangnya dan terkadang suka bicara kepada ibunya.
9.      Masalah Psikososial dan Lingkungan
-          Keluarga klien sangat mendukung agar klien cepat sembuh karena itu keluarga memasukannya ke RSMM Bogor, supaya dirawat.
-          Klien mengatakan merasa malu dengan keadaanya sekarang ini.
-          Klien tinggal di rumah dengan ibunya semenjak dia cerai.
Masalah keperawatan =  -
10.  Kurang Pengetahuan
Klien mengatakan kalau tentang penyakit yang dialaminya tetapi karena tidak tahu apa obat yang diberikan kerena klien suka bertanya tentang obat yang diberikan itu.
11.  Aspek Medik
a.       Aspek medik   : Skizofrenia Paranoid
b.      Therapi medik : -  Clorpomazin 1x100 mg
-      Halloperiodik 3x5 mg
-      Trihexy Penidil 3x2 mg
-      Risporidon 2x2 mg.
12.  Daftar Masalah Keperawatan
a.       RPK (Resiko Perilaku Kekerasan)
b.      HDR (Harga Diri Rendah)
c.       Penurunan motivasi
d.      Gangguan persepsi Sensorik = halusinasi dengar
e.       Koping keluarga infektif
13.  Analisis Data
No
Data
Masalah
1
DS  =   -    Klien Mengatakan masih kesal
-          Klien pernah mengatakan pernah memukul temannya.
DO =   -     Tubuh klien tampak merah
-          Klien tampak kesal
Resiko perilaku kekerasan
2
DS  =   -    Klien Mengatakan malu
-          Klien mengatakan tidak mampu menatap kami.
DO =   -     Kontak mata kurang
-          Klien tampak wajahnya murung
Gangguan konsep diri = Harga diri rendah.
3
DS  =   -    Klien mengatakan sedih karena tidak bisa menafkahi keluarganya.
DO =   -     Klien tampak menceritakan kesedihannya.
Berduka Disfungsional
4
DS  =   -    Klien malas melakukan kegiatan.
DO =   -     Klien tampak duduk-duduk.
-          Klien tampak mondar-mandir
Penurunan Motivasi
5
DS  =   -    Klien mengatakan mendengar suatu yang menyuru kebaikan.
DO =   -     Klien bercerita tidak tampak halusinasi.
Gangguan persepsi : halusinasi dengar
6
DS  =   -    Klien ke Rumah Sakit dibawa oleh kakaknya.
-          Klien mengatakan keluarganya tidak pernah menjenguk.
DO =   -     Keluarganya tampak tidak pernah datang menjenguk.
Koping keluarga infektif

14.  Pohon Masalah

Resiko Perilaku Kekerasan
 





15.  Diagnosa Keperawatan
a.       Konsep Diri : Harga diri rendah.

b.      Resiko Perilaku Kekerasan (RPK)

Pengunjung